Ade Armando Tuding Wacana Polri di Bawah Kementerian Awalnya dari PDIP
Rabu, 11 Februari 2026 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuding isu ini mencuat setelah PDIP menghadapi sebuah persoalan dalam kontestasi pemilu dan Pilkada 2024. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu dinilainya mengalami setback yang cukup signifikan dari hasil kontestasi.
"Dan kemudian mereka menuduh bahwa yang berada di balik bencana buat PDIP itu adalah polisi. Dan ini waktu itu memang makanya mulai muncul istilah parcok itu. Partai Cokelat. Partai cokelat yang berperan dalam memenangkan lawan-lawannya PDIP," ujarnya.
Ade melihat PDIP kala itu menganggap jika polisi tidak bisa dipercaya lantaran ikut cawe-cawe dalam politik. Bahkan, Ade menyebut PDIP merasa polisi telah menjadi alatnya dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
"Itu semua dimulainya oleh PDIP. 2024, 2025, 2026 muncul lagi. Dan ketika itulah Pak Listyo Sigit memberi respons. 'Saya daripada disuruh-suruh, saya tuh ditawari jadi menteri kepolisian, kata dia. 'Saya daripada jadi menteri kepolisian saya milih jadi petani," dia bilang waktu itu begitu," tuturnya.
"Dan kemudian mereka menuduh bahwa yang berada di balik bencana buat PDIP itu adalah polisi. Dan ini waktu itu memang makanya mulai muncul istilah parcok itu. Partai Cokelat. Partai cokelat yang berperan dalam memenangkan lawan-lawannya PDIP," ujarnya.
Ade melihat PDIP kala itu menganggap jika polisi tidak bisa dipercaya lantaran ikut cawe-cawe dalam politik. Bahkan, Ade menyebut PDIP merasa polisi telah menjadi alatnya dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
"Itu semua dimulainya oleh PDIP. 2024, 2025, 2026 muncul lagi. Dan ketika itulah Pak Listyo Sigit memberi respons. 'Saya daripada disuruh-suruh, saya tuh ditawari jadi menteri kepolisian, kata dia. 'Saya daripada jadi menteri kepolisian saya milih jadi petani," dia bilang waktu itu begitu," tuturnya.
(rca)
Lihat Juga :