Kasus Ijazah Jokowi, Bonatua Bakal Jadi Ahli Kubu Roy Suryo
Selasa, 10 Februari 2026 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Dia menerangkan, berbicara salinan resmi, itu merupakan mirroring dari dokumen yang diserahkan Jokowi ke KPU dahulu, dokumen yang dilegalisir atau dilegalisasi. Ijazah itu mirroring dari ijazah aslinya, maka seharusnya pula ijazah itu mirroring pula dengan ijazah yang ditunjukkan pada saat Gelar Perkara Khusus di Polda Metro Jaya pada 15 Desember 2025.
Dia menambahkan, sejatinya salinan ijazah Jokowi yang dimiliki Bonatua itu sama dengan yang diunggah kader PSI, Dian Sandi. Namun, ijazah yang diupload Dian Sandi itu berwarna, sedangkan salinan ijazah yang didapatkan Bonatua berupa fotokopian.
"Dian Sandi berwarna, itu (Bonatua) fotokopi karena sama. Maka apa yang dilakukan, penelitian Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr. Tifa, maka itu confirm. Walaupun mereka mengklaim yang diteliti RRT bukan ijazah sokol aslinya, karena yang dikatakan sokol aslinya itu yang ditampakkan di gelar perkara khusus. Maka kalau itu ijazahnya, maka sama kesimpulannya, 99,9% palsu," jelasnya.
Refly menambahkan, "Apa yang didapatkan Bonatua ini memperkuat apa yang diteliti Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma adalah barang yang diserahkan pada waktu pendaftaran sebagai presiden 2014 dan 2019, itu menurut penelitian, hasil penelitian sekali lagi, itu palsu. 99,9% palsu kata Roy Suryo."
Dia menambahkan, sejatinya salinan ijazah Jokowi yang dimiliki Bonatua itu sama dengan yang diunggah kader PSI, Dian Sandi. Namun, ijazah yang diupload Dian Sandi itu berwarna, sedangkan salinan ijazah yang didapatkan Bonatua berupa fotokopian.
"Dian Sandi berwarna, itu (Bonatua) fotokopi karena sama. Maka apa yang dilakukan, penelitian Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr. Tifa, maka itu confirm. Walaupun mereka mengklaim yang diteliti RRT bukan ijazah sokol aslinya, karena yang dikatakan sokol aslinya itu yang ditampakkan di gelar perkara khusus. Maka kalau itu ijazahnya, maka sama kesimpulannya, 99,9% palsu," jelasnya.
Refly menambahkan, "Apa yang didapatkan Bonatua ini memperkuat apa yang diteliti Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma adalah barang yang diserahkan pada waktu pendaftaran sebagai presiden 2014 dan 2019, itu menurut penelitian, hasil penelitian sekali lagi, itu palsu. 99,9% palsu kata Roy Suryo."
(zik)
Lihat Juga :