7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Sabtu, 07 Februari 2026 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
Artinya sudah tiga jabatan bintang tiga yang diembannya dengan posisinya yang sekarang sebagai Wakil KSAD. Sehingga dia menjadi kandidat potensial bintang empat, untuk posisi KSAD atau pun Wakil Panglima TNI. “Seperti Jenderal Tandyo Budi Revita, sebelum menjadi Wakil Panglima TNI Adalah Wakil KSAD,” ungkapnya.
Namun, ujar dia, jabatan operasional seperti Panglima Kostrad yang kini diisi Letjen Mohammad Fadjar (Akmil 1993) seringkali menjadi batu pijakan paling licin menuju jabatan KSAD. Apalagi sejak era reformasi, dia mengatakan, delapan KSAD berasal dari Panglima Kostrad (Ryamizard Ryacudu, George Toisutta, Pramono Edhie Wibowo, Gatot Nurmantyo, Mulyono, Andika Perkasa, Dudung Abdurachman, dan Maruli Simanjuntak).
Secara simbolik Letjen Mohamad Fadjar sudah diperlihatkan pada saat menjadi Komandan Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer pada 10 Agustus 2025 lalu di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat. “Peluang Danpussenif Letjen Iwan Setiawan (Akmil 1992) juga patut diperhitungkan, karena memiliki kesejarahan khusus dengan Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.
Dia juga mengingatkan bahwa nama Letjen Djon Afriandi (Panglima Kopassus, Akmil 1995), meskipun secara senioritas masih paling muda, prestasinya sebagai lulusan terbaik (Adhi Makayasa) menjadikannya dark horse dalam peta persaingan ini. “Tentu saja, peluang bagi perwira yang kini menjabat sebagai Staf Khusus (nonjob) praktis tertutup,” tuturnya.
Di sisi lain, sambung dia, sosok Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita (Akmil 1991) juga tetap membayangi sebagai opsi senior, jika Presiden menginginkan stabilitas jangka pendek. “Pemilihan KSAD baru, nantinya bukan sekadar urusan senioritas atau kedekatan personal, melainkan kebutuhan organisasi untuk menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks,” ujar dia.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Presiden selaku panglima tertinggi tentu akan menimbang rekam jejak, penguasaan teritorial, dan kemampuan adaptasi kandidat terhadap modernisasi alutsista. “Dari paparan tersebut di atas, ada tujuh nama yang sangat diperhitungkan untuk menjadi KSAD pengganti Maruli Simanjuntak. Mereka adalah: Jenderal Tandyo Budi Revita, Letjen Richard Tampubolon, Letjen Muhammad Saleh Mustafa, Letjen Bambang Trisnohadi, Letjen Mohammad Fajar, Letjen Yudi Abrimantyo, dan Letjen Kunto Arief Wibowo,” ungkapnya.
Selamat menuturkan, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi KSAD akan mengemban tugas berat: menjaga soliditas internal AD, memastikan kesejahteraan prajurit, dan tetap tegak lurus pada politik negara. “Bursa ini bukan sekadar perebutan kursi, melainkan penegasan arah masa depan pertahanan Indonesia,” pungkasnya.
Namun, ujar dia, jabatan operasional seperti Panglima Kostrad yang kini diisi Letjen Mohammad Fadjar (Akmil 1993) seringkali menjadi batu pijakan paling licin menuju jabatan KSAD. Apalagi sejak era reformasi, dia mengatakan, delapan KSAD berasal dari Panglima Kostrad (Ryamizard Ryacudu, George Toisutta, Pramono Edhie Wibowo, Gatot Nurmantyo, Mulyono, Andika Perkasa, Dudung Abdurachman, dan Maruli Simanjuntak).
Secara simbolik Letjen Mohamad Fadjar sudah diperlihatkan pada saat menjadi Komandan Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer pada 10 Agustus 2025 lalu di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat. “Peluang Danpussenif Letjen Iwan Setiawan (Akmil 1992) juga patut diperhitungkan, karena memiliki kesejarahan khusus dengan Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.
Dia juga mengingatkan bahwa nama Letjen Djon Afriandi (Panglima Kopassus, Akmil 1995), meskipun secara senioritas masih paling muda, prestasinya sebagai lulusan terbaik (Adhi Makayasa) menjadikannya dark horse dalam peta persaingan ini. “Tentu saja, peluang bagi perwira yang kini menjabat sebagai Staf Khusus (nonjob) praktis tertutup,” tuturnya.
Di sisi lain, sambung dia, sosok Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita (Akmil 1991) juga tetap membayangi sebagai opsi senior, jika Presiden menginginkan stabilitas jangka pendek. “Pemilihan KSAD baru, nantinya bukan sekadar urusan senioritas atau kedekatan personal, melainkan kebutuhan organisasi untuk menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks,” ujar dia.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Presiden selaku panglima tertinggi tentu akan menimbang rekam jejak, penguasaan teritorial, dan kemampuan adaptasi kandidat terhadap modernisasi alutsista. “Dari paparan tersebut di atas, ada tujuh nama yang sangat diperhitungkan untuk menjadi KSAD pengganti Maruli Simanjuntak. Mereka adalah: Jenderal Tandyo Budi Revita, Letjen Richard Tampubolon, Letjen Muhammad Saleh Mustafa, Letjen Bambang Trisnohadi, Letjen Mohammad Fajar, Letjen Yudi Abrimantyo, dan Letjen Kunto Arief Wibowo,” ungkapnya.
Selamat menuturkan, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi KSAD akan mengemban tugas berat: menjaga soliditas internal AD, memastikan kesejahteraan prajurit, dan tetap tegak lurus pada politik negara. “Bursa ini bukan sekadar perebutan kursi, melainkan penegasan arah masa depan pertahanan Indonesia,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :