Pemberantasan Korupsi di Indonesia Dinilai Temui Jalan Buntu
Kamis, 05 Februari 2026 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
Feri juga menyoroti sejumlah kasus yang dinilainya janggal, seperti yang menimpa mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto, mantan Direktur Utama ASDP Ira Puspa Dewi, hingga mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Selain itu, ia mengkritisi penanganan kasus BBM oplosan di Pertamina.
"Dugaan awal kasus ini berkaitan dengan minyak oplosan. Lalu dakwaan berubah tidak lagi terkait oplosan, tetapi berbicara mengenai kontrak dan gratifikasi bisnis minyak," ujarnya.
Forum diskusi ini menegaskan bahwa persoalan hukum tak lagi semata isu yuridis, melainkan telah menjadi variabel penting yang menentukan kepercayaan investor dan keberlanjutan dunia usaha di Indonesia. Ketidakpastian regulasi, inkonsistensi kebijakan, serta praktik penegakan hukum yang dinilai tidak profesional berpotensi menggerus daya saing ekonomi nasional.
Diskusi yang dikemas dalam format round table discussion tersebut turut menghadirkan berbagai tokoh lintas disiplin, di antaranya Eros Djarot (tokoh politik dan budayawan), Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum Internasional FH UI), Anthony Budiawan (Ekonom Senior PEPS), serta DJ Donny (influencer dan aktivis kebijakan publik).
Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua KPK, Abraham Samad, yang menjadi keynote speaker dalam diskusi ini menyebut, iklim usaha yang sehat tidak mungkin terwujud tanpa sistem hukum yang kredibel dan konsisten. Ia menilai, baik pengusaha besar maupun menengah sama-sama merasakan tekanan akibat ketidakpastian regulasi.
"Dugaan awal kasus ini berkaitan dengan minyak oplosan. Lalu dakwaan berubah tidak lagi terkait oplosan, tetapi berbicara mengenai kontrak dan gratifikasi bisnis minyak," ujarnya.
Forum diskusi ini menegaskan bahwa persoalan hukum tak lagi semata isu yuridis, melainkan telah menjadi variabel penting yang menentukan kepercayaan investor dan keberlanjutan dunia usaha di Indonesia. Ketidakpastian regulasi, inkonsistensi kebijakan, serta praktik penegakan hukum yang dinilai tidak profesional berpotensi menggerus daya saing ekonomi nasional.
Diskusi yang dikemas dalam format round table discussion tersebut turut menghadirkan berbagai tokoh lintas disiplin, di antaranya Eros Djarot (tokoh politik dan budayawan), Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum Internasional FH UI), Anthony Budiawan (Ekonom Senior PEPS), serta DJ Donny (influencer dan aktivis kebijakan publik).
Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua KPK, Abraham Samad, yang menjadi keynote speaker dalam diskusi ini menyebut, iklim usaha yang sehat tidak mungkin terwujud tanpa sistem hukum yang kredibel dan konsisten. Ia menilai, baik pengusaha besar maupun menengah sama-sama merasakan tekanan akibat ketidakpastian regulasi.
Lihat Juga :