Selly DPR: Siswa Bunuh Diri Tak Mampu Beli Buku Potret Nyata Kemiskinan Struktural
Rabu, 04 Februari 2026 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Selly, dalam banyak keluarga miskin beban ekonomi kerap dipikul ibu. Sementara, anak-anak menjadi pihak paling rentan yang menanggung dampaknya secara psikologis dan sosial. Negara tidak boleh menutup mata terhadap realitas ini.
Padahal, konstitusi dengan jelas menempatkan pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara. Namun, ketika akses pendidikan dasar masih menyisakan biaya tidak langsung yang memberatkan rakyat miskin seperti buku dan perlengkapan sekolah, maka negara belum sepenuhnya hadir.
"Tragedi ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan belum sepenuhnya berpihak pada kelompok paling rentan," kata Legislator Dapil Jabar VIII itu.
Dalam Rakernas I PDIP Tahun 2026, mantan Bupati Cirebon itu menegaskan partainya berada di garis depan ideologis keberpihakan wong cilik, perempuan, dan anak. Termasuk mendorong negara untuk memerangi kemiskinan ekstrem, memperkuat perlindungan sosial yang menyentuh akar persoalan, serta memastikan pemenuhan hak dasar rakyat secara nyata, bukan sebatas administratif.
"Tragedi ini harus menjadi momentum evaluasi serius bagi negara baik di tingkat pusat maupun daerah agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan masa depan, bahkan nyawa akibat kemiskinan dan kelalaian sistem," ujar Selly.
Politik pada akhirnya harus kembali pada hakikatnya melindungi kehidupan, menegakkan keadilan sosial, dan memastikan negara hadir secara nyata bagi mereka yang paling lemah.
Padahal, konstitusi dengan jelas menempatkan pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara. Namun, ketika akses pendidikan dasar masih menyisakan biaya tidak langsung yang memberatkan rakyat miskin seperti buku dan perlengkapan sekolah, maka negara belum sepenuhnya hadir.
"Tragedi ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan belum sepenuhnya berpihak pada kelompok paling rentan," kata Legislator Dapil Jabar VIII itu.
Dalam Rakernas I PDIP Tahun 2026, mantan Bupati Cirebon itu menegaskan partainya berada di garis depan ideologis keberpihakan wong cilik, perempuan, dan anak. Termasuk mendorong negara untuk memerangi kemiskinan ekstrem, memperkuat perlindungan sosial yang menyentuh akar persoalan, serta memastikan pemenuhan hak dasar rakyat secara nyata, bukan sebatas administratif.
"Tragedi ini harus menjadi momentum evaluasi serius bagi negara baik di tingkat pusat maupun daerah agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan masa depan, bahkan nyawa akibat kemiskinan dan kelalaian sistem," ujar Selly.
Politik pada akhirnya harus kembali pada hakikatnya melindungi kehidupan, menegakkan keadilan sosial, dan memastikan negara hadir secara nyata bagi mereka yang paling lemah.
Lihat Juga :