BRIN Perkuat Diplomasi Sains Indonesia-Jepang, Hadirkan Peraih Nobel Kimia 2025 Susumu Kitagawa

Rabu, 04 Februari 2026 - 13:24 WIB
loading...
BRIN Perkuat Diplomasi...
BRIN menghadirkan peraih Nobel Kimia 2025, Profesor Susumu Kitagawa, dalam upaya memperkuat diplomasi sains antara Indonesia dan Jepang. Foto/Tangkapan layar
A A A
TANGERANG SELATAN - Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) menghadirkan peraih Nobel Kimia 2025, Profesor Susumu Kitagawa, dalam upaya memperkuat diplomasi sains antara Indonesia dan Jepang. Kehadiran ilmuwan terkemuka dari Kyoto University itu menjadi momentum penting untuk mendorong kolaborasi riset material maju berkelas dunia.

Prof Kitagawa dikenal sebagai perintis pengembangan porous coordination polymers (PCPs) atau metal–organic frameworks (MOFs). Material berpori dengan luas permukaan sangat tinggi ini memiliki struktur yang dapat dirancang secara presisi pada tingkat molekuler dan berpotensi diaplikasikan luas di bidang energi, lingkungan, katalisis, pemisahan gas, hingga kesehatan.

Atas kontribusi fundamentalnya dalam pengembangan MOFs, Prof. Kitagawa dianugerahi Nobel Kimia Tahun 2025. Pencapaian tersebut menegaskan peran penting riset dasar dalam melahirkan terobosan teknologi strategis yang berdampak global.

Baca Juga: Siapa Omar Yaghi? Pengungsi Palestina yang Meraih Nobel Kimia

Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kehadiran Prof Kitagawa merupakan langkah strategis dalam mempererat kerja sama ilmiah Indonesia-Jepang. Menurutnya, ini penting bagi peningkatan kapasitas riset nasional.

"Diplomasi sains dinilai menjadi instrumen penting untuk mendorong alih pengetahuan, meningkatkan kapasitas riset nasional, serta mempercepat pembangunan ekosistem riset dan inovasi material maju yang berdaya saing global," kata Arif.

Senada dengan itu, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, menilai kunjungan Prof Susumu Kitagawa sebagai kesempatan emas bagi periset dan mahasiswa Indonesia. "Kunjungan ini juga turut membangun budaya scientific excellence dan memperkuat ekosistem riset menuju lahirnya periset Indonesia berkelas Nobel di masa depan," tegasnya.

Prof Susumu Kitagawa juga menggelar kuliah umum internasional bertajuk The Usefulness of Useless: Fundamental Curiosity, Enduring Impact. Kuliah ini berlangsung B.J Habibie Science & Techno Park, Serpong, Banten pada Rabu (4/2/2026) pagi. Kuliah ini juga bisa diikuti secara daring.


Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN Joddy Arya Laksmono menekankan bahwa pesan utama kuliah tersebut adalah pentingnya rasa ingin tahu ilmiah yang mendasar sebagai fondasi lahirnya inovasi besar. Melalui pengalaman panjangnya dalam riset material berpori, Prof. Kitagawa menunjukkan bagaimana penelitian fundamental yang awalnya tidak ditujukan untuk aplikasi praktis justru membangun dasar pengetahuan bagi pengembangan teknologi strategis, termasuk di sektor energi dan material maju.

"Kuliah Umum Internasional ini menegaskan pentingnya riset dasar sebagai investasi jangka panjang bagi penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional," ujar Joddy.

Tak hanya sebatas kuliah umum, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk menginisiasi pembentukan Asosiasi MOF Indonesia sebagai wadah kolaboratif antara BRIN, perguruan tinggi, dan industri. Selain itu, akan dijajaki pembentukan Sister Laboratory (Sister Lab) serta penguatan kerja sama riset internasional, termasuk dengan institusi riset dan universitas di Jepang, guna membuka peluang kolaborasi material berpori berbasis sumber daya alam dan biodiversitas Indonesia.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Arif Satria Sebut Riset...
Arif Satria Sebut Riset Biodiversitas Indonesia Terlalu Fokus di Jawa
Lembaga Falakiyah PBNU...
Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved