16 Ormas Islam Setuju Indonesia Gabung BoP untuk Kemerdekaan Palestina

Rabu, 04 Februari 2026 - 08:19 WIB
loading...
16 Ormas Islam Setuju...
Sebanyak 16 Ormas Islam bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren gabung BoP untuk kemerdekaan Palestina. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Sebanyak 16 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren dari Jawa Timur dan Jawa Barat menyatakan kesepakatan untuk mendukung langkah strategis pemerintah dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), usai mengikuti pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Gus Yahya menjelaskan bahwa pertemuan tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai upaya Indonesia di kancah internasional. Menurutnya, terdapat tiga tataran kesepakatan yang dicapai antara para tokoh Islam dan pemerintah.

Baca juga: Ketum PBNU Gus Yahya Beri Pesan Prabowo Agar Tak Terbawa Arus Rugikan Palestina

"Pada tataran nilai saya kira semuanya sepakat bahwa menolak penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Pada tataran prinsip semuanya sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, memperjuangkan Palestina sampai merdeka," ujar Gus Yahya kepada awak media, dikutip Rabu (4/2/2026).

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah keterlibatan Indonesia dalam inisiatif internasional yang diinisiasi oleh Amerika Serikat, yakni Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Gus Yahya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan penjelasan ekstensif mengenai pertimbangan realistis agar Indonesia bisa berperan lebih konkret dan berdampak nyata.

"Termasuk dengan mengikuti atau berpartisipasi di dalam inisiatif yang dibuat oleh Amerika yaitu Board of Peace ini dengan diirigi konsolidasi di antara negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah yang juga berpartisipasi di dalam Board of Peace tersebut," jelasnya.

Lihat video: Nasaruddin Umar: Presiden Prabowo Undang Ormas Islam ke Istana


Keterlibatan ini, ujar Gus Yahya, bertujuan agar langkah-langkah yang diambil di dalam dewan tersebut menjadi gerakan yang terkonsolidasi. Motivasi utamanya tetap sama membela dan membantu rakyat Palestina, baik yang berada di Jalur Gaza maupun yang di Tepi Barat.

Meskipun mengambil langkah diplomasi yang progresif, Gus Yahya menekankan bahwa Presiden Prabowo memberikan catatan penting mengenai kewaspadaan. Pemerintah berkomitmen untuk tidak mudah terbawa arus diplomasi yang justru berisiko merugikan kepentingan Palestina.

"Kami memahami semua yang diselesaikan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina," tambahnya.

Selain isu Palestina, Gus Yahya mengatakan pertemuan tersebut juga membahas isu-isu domestik. Presiden Prabowo menyetujui perlunya mekanisme komunikasi yang lebih kuat dan rutin antara pihak Istana dengan pimpinan Ormas Islam serta tokoh-tokoh agama di Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat memperkokoh persatuan nasional sekaligus menyelaraskan pandangan antara pemerintah dan umat Islam dalam menyikapi isu-isu strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Dijelaskan banyak hal juga tentang masalah-masalah domestik dan Presiden kemudian juga menyetujui bahwa perlu ada semacam upaya konsolidasi sekurang-kurangnya komunikasi yang lebih kuat antara Presiden dengan pimpinan-pimpinan ormas Islam maupun tokoh-tokoh Islam yang ada dan nanti akan dibisarkan mekanisme yang bisa dibuat untuk melakukan itu," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Rekomendasi
Sering Dibully karena...
Sering Dibully karena Kondisi Fisiknya, Debi Ceper Mengaku Tak Pernah Sakit Hati
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Berita Terkini
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Infografis
Indonesia Ingin Gabung...
Indonesia Ingin Gabung Proyek Jet Tempur Generasi Ke-5 Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved