Hadiri CIBF ke-57 di Mesir, Kemenag Kenalkan Koleksi Perpustakaan Islam Digital
Senin, 02 Februari 2026 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Kemenag Tegaskan Tepuk Sakinah Bukan Syarat Wajib
Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam, Nur Rahmawati, menjelaskan, koleksi Elipski diperkenalkan dalam bentuk cetak dan digital agar dapat diakses oleh pengunjung pameran. “Di stan pameran, kami menampilkan buku, kitab, serta materi khotbah Jumat tematik yang selama ini menjadi bagian dari layanan literasi keagamaan Kementerian Agama,” ujarnya.
Nur menyebut, koleksi Elipski yang dipamerkan mencakup khazanah keislaman klasik hingga karya-karya tematik yang membahas isu kontemporer. Salah satu koleksi yang mendapat perhatian pengunjung adalah tema Ekoteologi Islam. “Tema ekoteologi mendapat respons karena berkaitan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian global,” katanya.
Menurut Nur, respons pengunjung terhadap koleksi tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap gagasan keislaman yang membahas relasi manusia dan lingkungan. Ia menilai, koleksi Elipski dapat menjadi salah satu sumber rujukan dalam diskursus keislaman lintas negara.
Cairo International Book Fair merupakan ajang pameran buku terbesar di kawasan timur tengah. Dalam empat hari sejak dibuka, penyelenggara merilis satu juta warga Mesir dan negara Timur Tengah lainnya mengunjungi pameran tersebut. Perhelatan tahunan itu dinilai strategis sebagai ajang promosi literasi keagamaan dunia.
Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam, Nur Rahmawati, menjelaskan, koleksi Elipski diperkenalkan dalam bentuk cetak dan digital agar dapat diakses oleh pengunjung pameran. “Di stan pameran, kami menampilkan buku, kitab, serta materi khotbah Jumat tematik yang selama ini menjadi bagian dari layanan literasi keagamaan Kementerian Agama,” ujarnya.
Nur menyebut, koleksi Elipski yang dipamerkan mencakup khazanah keislaman klasik hingga karya-karya tematik yang membahas isu kontemporer. Salah satu koleksi yang mendapat perhatian pengunjung adalah tema Ekoteologi Islam. “Tema ekoteologi mendapat respons karena berkaitan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian global,” katanya.
Menurut Nur, respons pengunjung terhadap koleksi tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap gagasan keislaman yang membahas relasi manusia dan lingkungan. Ia menilai, koleksi Elipski dapat menjadi salah satu sumber rujukan dalam diskursus keislaman lintas negara.
Cairo International Book Fair merupakan ajang pameran buku terbesar di kawasan timur tengah. Dalam empat hari sejak dibuka, penyelenggara merilis satu juta warga Mesir dan negara Timur Tengah lainnya mengunjungi pameran tersebut. Perhelatan tahunan itu dinilai strategis sebagai ajang promosi literasi keagamaan dunia.
(cip)
Lihat Juga :