Profil Brigjen Pol Yulius Audie Latuhera, Akpol 1996 yang Multitalenta
Jum'at, 30 Januari 2026 - 15:32 WIB
loading...
Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru merupakan salah satu perwira tinggi lulusan Akpol 1996 yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dan kemampuan lintas bidang. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru merupakan salah satu perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian ( Akpol ) 1996 yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dan kemampuan lintas bidang. Sejak 20 September 2024, dia dipercaya menjabat sebagai Kepala Pendidikan dan Pelatihan Khusus Jatanras (Kadiklatsusjatrans) Lemdiklat Polri .
Audie Latuheru satu angkatan dengan sejumlah perwira tinggi Polri yang kini menduduki jabatan strategis. Mereka di antaranya Kapolda Papua Barat yang dipromosikan sebagai Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.Baca juga: Profil Irjen Jhonny Edison Isir, Mantan Ajudan Presiden Jokowi yang Kini Jadi Kadiv Humas Polri
Lahir di Merauke, Papua, pada 24 Januari 1972, Audie memulai karier kepolisiannya di bidang reserse. Sebelum menjabat Kadiklatsusjatrans Lemdiklat Polri, ia menempati posisi Kabagjatinter Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri.
Selama bertugas di Divisi Hubinter, Audie menorehkan sejumlah prestasi penting, khususnya dalam penanganan kejahatan lintas negara dan penangkapan buronan internasional. Beberapa kasus besar yang ditangani Audie Latuheru antara lain, penangkapan Alice Guo, mantan Wali Kota Bamban, Filipina, yang masuk daftar buronan internasional.
Kemudian, memimpin tim penangkapan Chaowalit Thongduang, buronan nomor satu Thailand, di Bali pada 25 Mei 2024. Atas keberhasilan tersebut, Audie mewakili Polri menerima penghargaan dari Pemerintah Thailand. Selanjutnya membawa pulang Christoper Steffanus Budianto, buronan kasus penggelapan mobil milik artis Jessica Iskandar, dari Thailand ke Indonesia.
Karier Audie juga banyak dihabiskan di wilayah hukum Polda Metro Jaya . Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain, pertama, Kanit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2010).
Kedua, terlibat dalam penanganan kasus pembunuhan Direktur BUMN Nasrudin, yang menyeret mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Ketiga, Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (2012). Keempat, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2013) Kapolsek Metro Setiabudi (2014).
Kelima, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (2015). Pada 2019, kariernya semakin menanjak saat dipercaya menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur pada 2016.
Dari Pilot hingga Penerjun Payung
Selain dikenal sebagai perwira reserse andal, Audie Latuheru juga memiliki kemampuan di bidang penerbangan dan olahraga ekstrem. Ia merupakan pilot aktif yang mampu menerbangkan pesawat ringan serta atlet terjun payung.
Salah satu kisah menarik terjadi pada 30 Juli 2016, saat Audie mengalami kecelakaan udara ketika menerbangkan pesawat Cessna 152. Pesawat tersebut menabrak gunung sebelum mendarat di Lapangan Terbang Banding Agung, Desa Air Rupik, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.
Beruntung, Audie tidak mengalami cedera serius. Bahkan usai kejadian tersebut, ia dikabarkan tetap menjalani aktivitas olahraga lari sore di lapangan Mako Polres OKU Timur.
Audie juga merupakan pengurus Terjun Payung Nasional Indonesia. Ia kerap memimpin kontingen Indonesia dalam kejuaraan internasional di berbagai negara, seperti Dubai dan Malaysia.Baca juga: Bikin Gaduh Tangani Kasus Hogi, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan karena Perburuk Citra Polri
Ia juga dikenal sebagai salah satu penerjun yang membawa bendera Merah Putih dalam peringatan HUT Indonesia serta rutin tampil dalam berbagai event kenegaraan di hadapan Presiden. Mulai dari era Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo.
Di luar tugas kepolisian, Audie Latuheru juga dikenal aktif dalam misi kemanusiaan. Ia pernah memimpin Satgas Kemanusiaan Polri saat gempa bumi di Turki pada 2023.
Saat menjabat Kapolsek Setiabudi, ia juga pernah menyelamatkan seorang warga yang hendak bunuh diri di JPO Semanggi, Jakarta. Audie dikenal memiliki kedekatan dengan mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Jakarta dan sekitarnya, serta aktif menjalin komunikasi dan pembinaan.
Audie Latuheru satu angkatan dengan sejumlah perwira tinggi Polri yang kini menduduki jabatan strategis. Mereka di antaranya Kapolda Papua Barat yang dipromosikan sebagai Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.Baca juga: Profil Irjen Jhonny Edison Isir, Mantan Ajudan Presiden Jokowi yang Kini Jadi Kadiv Humas Polri
Lahir di Merauke, Papua, pada 24 Januari 1972, Audie memulai karier kepolisiannya di bidang reserse. Sebelum menjabat Kadiklatsusjatrans Lemdiklat Polri, ia menempati posisi Kabagjatinter Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri.
Selama bertugas di Divisi Hubinter, Audie menorehkan sejumlah prestasi penting, khususnya dalam penanganan kejahatan lintas negara dan penangkapan buronan internasional. Beberapa kasus besar yang ditangani Audie Latuheru antara lain, penangkapan Alice Guo, mantan Wali Kota Bamban, Filipina, yang masuk daftar buronan internasional.
Kemudian, memimpin tim penangkapan Chaowalit Thongduang, buronan nomor satu Thailand, di Bali pada 25 Mei 2024. Atas keberhasilan tersebut, Audie mewakili Polri menerima penghargaan dari Pemerintah Thailand. Selanjutnya membawa pulang Christoper Steffanus Budianto, buronan kasus penggelapan mobil milik artis Jessica Iskandar, dari Thailand ke Indonesia.
Karier Audie juga banyak dihabiskan di wilayah hukum Polda Metro Jaya . Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain, pertama, Kanit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2010).
Kedua, terlibat dalam penanganan kasus pembunuhan Direktur BUMN Nasrudin, yang menyeret mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Ketiga, Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (2012). Keempat, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2013) Kapolsek Metro Setiabudi (2014).
Kelima, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (2015). Pada 2019, kariernya semakin menanjak saat dipercaya menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur pada 2016.
Dari Pilot hingga Penerjun Payung
Selain dikenal sebagai perwira reserse andal, Audie Latuheru juga memiliki kemampuan di bidang penerbangan dan olahraga ekstrem. Ia merupakan pilot aktif yang mampu menerbangkan pesawat ringan serta atlet terjun payung.
Salah satu kisah menarik terjadi pada 30 Juli 2016, saat Audie mengalami kecelakaan udara ketika menerbangkan pesawat Cessna 152. Pesawat tersebut menabrak gunung sebelum mendarat di Lapangan Terbang Banding Agung, Desa Air Rupik, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.
Beruntung, Audie tidak mengalami cedera serius. Bahkan usai kejadian tersebut, ia dikabarkan tetap menjalani aktivitas olahraga lari sore di lapangan Mako Polres OKU Timur.
Audie juga merupakan pengurus Terjun Payung Nasional Indonesia. Ia kerap memimpin kontingen Indonesia dalam kejuaraan internasional di berbagai negara, seperti Dubai dan Malaysia.Baca juga: Bikin Gaduh Tangani Kasus Hogi, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan karena Perburuk Citra Polri
Ia juga dikenal sebagai salah satu penerjun yang membawa bendera Merah Putih dalam peringatan HUT Indonesia serta rutin tampil dalam berbagai event kenegaraan di hadapan Presiden. Mulai dari era Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo.
Di luar tugas kepolisian, Audie Latuheru juga dikenal aktif dalam misi kemanusiaan. Ia pernah memimpin Satgas Kemanusiaan Polri saat gempa bumi di Turki pada 2023.
Saat menjabat Kapolsek Setiabudi, ia juga pernah menyelamatkan seorang warga yang hendak bunuh diri di JPO Semanggi, Jakarta. Audie dikenal memiliki kedekatan dengan mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Jakarta dan sekitarnya, serta aktif menjalin komunikasi dan pembinaan.
(poe)
Lihat Juga :