Rakernas BMBPSDM 2026, Menag Dorong Peningkatan Kompetensi SDM dan Teknologi
Jum'at, 30 Januari 2026 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Menag Nasaruddin Umar Hadiri Misa Malam Natal di Gereja Katedral Manado
Selain aspek tata kelola, Nasaruddin mengingatkan BMBPSDM agar peka membaca dinamika sosial-keagamaan di masyarakat, termasuk isu ekonomi umat, ketahanan keluarga, serta perubahan sosial yang terus berkembang. Menurutnya, potensi keumatan sangat besar jika dikelola secara proaktif dan inovatif.
“Kalau kita proaktif dan berpikir out of the box, pundi-pundi keumatan itu sangat besar dan bisa dikelola untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.
Nasaruddin juga meminta BMBPSDM tidak hanya melaporkan capaian seremonial, tetapi aktif menyampaikan persoalan riil yang dihadapi masyarakat sebagai bahan perbaikan kebijakan. “Saya ingin badan ini rajin menyetor persoalan kepada menteri, bukan hanya menyetor kebaikan. Karena dari persoalan itulah kebijakan bisa diperbaiki,” sambungnya.
Kepala BMBPSDM Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan seluruh program kerja BMBPSDM harus berpijak pada penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai ruh utama kebijakan. Ramdhani menyebut, arah program Kemenag bertumpu pada tiga kata kunci yakni rukun, maslahat, dan cerdas.
“Ikhtiar-ikhtiar yang kita lakukan tidak boleh sekadar selera kita, tetapi harus memberikan makna yang kuat terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dari seluruh perspektif kehidupan bangsa,” jelasnya.
Dhani sapaan akrabnya, menambahkan, berbagai program prioritas Kemenag, seperti penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, ekoteologi, pelayanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul dan ramah, penguatan ekonomi umat berbasis filantropi, pemberdayaan pesantren dan rumah ibadah, hingga digitalisasi layanan, harus mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat.
Selain aspek tata kelola, Nasaruddin mengingatkan BMBPSDM agar peka membaca dinamika sosial-keagamaan di masyarakat, termasuk isu ekonomi umat, ketahanan keluarga, serta perubahan sosial yang terus berkembang. Menurutnya, potensi keumatan sangat besar jika dikelola secara proaktif dan inovatif.
“Kalau kita proaktif dan berpikir out of the box, pundi-pundi keumatan itu sangat besar dan bisa dikelola untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.
Nasaruddin juga meminta BMBPSDM tidak hanya melaporkan capaian seremonial, tetapi aktif menyampaikan persoalan riil yang dihadapi masyarakat sebagai bahan perbaikan kebijakan. “Saya ingin badan ini rajin menyetor persoalan kepada menteri, bukan hanya menyetor kebaikan. Karena dari persoalan itulah kebijakan bisa diperbaiki,” sambungnya.
Kepala BMBPSDM Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan seluruh program kerja BMBPSDM harus berpijak pada penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai ruh utama kebijakan. Ramdhani menyebut, arah program Kemenag bertumpu pada tiga kata kunci yakni rukun, maslahat, dan cerdas.
“Ikhtiar-ikhtiar yang kita lakukan tidak boleh sekadar selera kita, tetapi harus memberikan makna yang kuat terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dari seluruh perspektif kehidupan bangsa,” jelasnya.
Dhani sapaan akrabnya, menambahkan, berbagai program prioritas Kemenag, seperti penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, ekoteologi, pelayanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul dan ramah, penguatan ekonomi umat berbasis filantropi, pemberdayaan pesantren dan rumah ibadah, hingga digitalisasi layanan, harus mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat.
Lihat Juga :