Rakernas BMBPSDM 2026, Menag Dorong Peningkatan Kompetensi SDM dan Teknologi
Jum'at, 30 Januari 2026 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
“Tiga kata kunci ini harus mewarnai seluruh program kerja sebagai wujud Kementerian Agama yang berdampak,” ungkapnya.
Dhani menjelaskan, BMBPSDM saat ini memiliki lima unit eselon II dan satu sekretariat yang menjalankan fungsi kajian strategis, pemetaan persoalan keagamaan, serta pengembangan kompetensi ASN dan masyarakat. Melalui berbagai survei dan indeks, seperti Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Indeks Kesalehan Umat Beragama, BMBPSDM berupaya menyediakan data objektif sebagai dasar perumusan kebijakan.
“Hasil pemetaan ini diharapkan menjadi rujukan para pemangku kebijakan untuk melakukan intervensi yang relevan sesuai kondisi objektif di masyarakat,” ujarnya.
Dalam bidang pengembangan SDM, BMBPSDM melalui Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) menyelenggarakan berbagai pelatihan, baik secara luring maupun digital. Model pelatihan Massive Open Online Course (MOOC) disebut telah menjangkau sekitar 1,5 juta peserta, melampaui target nasional.
Rakernas BMBPSDM 2026 menjadi forum strategis untuk membangun kesolidan, menyatukan visi, serta memperkuat sinergi antar-unit kerja agar program dan kebijakan yang dihasilkan semakin berdampak. Rakernas ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, dengan peserta terdiri atas pejabat Eselon II, Kepala Balai dan Loka Diklat Keagamaan, serta pegawai Sekretariat BMBPSDM.
Melalui Rakernas ini, BMBPSDM diharapkan mampu menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat dengan strategi pengembangan SDM keagamaan, sejalan dengan arah pembangunan nasional dan Asta Cita Kementerian Agama.
Dhani menjelaskan, BMBPSDM saat ini memiliki lima unit eselon II dan satu sekretariat yang menjalankan fungsi kajian strategis, pemetaan persoalan keagamaan, serta pengembangan kompetensi ASN dan masyarakat. Melalui berbagai survei dan indeks, seperti Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Indeks Kesalehan Umat Beragama, BMBPSDM berupaya menyediakan data objektif sebagai dasar perumusan kebijakan.
“Hasil pemetaan ini diharapkan menjadi rujukan para pemangku kebijakan untuk melakukan intervensi yang relevan sesuai kondisi objektif di masyarakat,” ujarnya.
Dalam bidang pengembangan SDM, BMBPSDM melalui Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) menyelenggarakan berbagai pelatihan, baik secara luring maupun digital. Model pelatihan Massive Open Online Course (MOOC) disebut telah menjangkau sekitar 1,5 juta peserta, melampaui target nasional.
Rakernas BMBPSDM 2026 menjadi forum strategis untuk membangun kesolidan, menyatukan visi, serta memperkuat sinergi antar-unit kerja agar program dan kebijakan yang dihasilkan semakin berdampak. Rakernas ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, dengan peserta terdiri atas pejabat Eselon II, Kepala Balai dan Loka Diklat Keagamaan, serta pegawai Sekretariat BMBPSDM.
Melalui Rakernas ini, BMBPSDM diharapkan mampu menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat dengan strategi pengembangan SDM keagamaan, sejalan dengan arah pembangunan nasional dan Asta Cita Kementerian Agama.
(cip)
Lihat Juga :