Aturan Ketat! 6 Calon Petugas Haji 2026 Dipulangkan, Wamenhaj: Ibadah Haji Itu Bonus, Jangan Niat Nebeng
Kamis, 29 Januari 2026 - 18:58 WIB
loading...
Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan ketegasan dalam menyaring petugas haji 2026. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan ketegasan dalam menyaring petugas haji 2026. Sebanyak enam calon petugas resmi dicopot dan dipulangkan dari Pendidikan dan Latihan (Diklat) PPIH Arab Saudi.
Alasannya, tidak memenuhi standar kelulusan. Langkah ini diambil sebagai bentuk penegakan aturan yang ketat bagi seluruh peserta tanpa terkecuali.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan pencopotan tersebut didasari oleh faktor kesehatan dan kendala kedisiplinan. Salah satu peserta diketahui memiliki riwayat penyakit jantung yang membutuhkan penanganan medis serius.
“Kementerian tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan petugas saat bertugas di lapangan nanti,” tegas Dahnil.
Baca juga: Jelang Penutupan Diklat PPIH 2026, Gus Irfan Mandatkan Petugas Jaga Kebugaran hingga Berangkat
Dahnil juga memberikan peringatan keras terkait niat para calon petugas. Dahnil menekankan menjadi petugas haji adalah tugas pelayanan yang murni, bukan sarana untuk sekadar "nebeng" naik haji.
Baginya, prioritas utama adalah menjadi pelayan tamu Allah, sementara ibadah haji merupakan bonus yang diberikan atas pengabdian tersebut. Pemerintah juga menjamin tidak ada istilah perlakuan istimewa bagi siapapun.
Dahnil juga menyebut seluruh peserta, termasuk pejabat hingga profesor, diperlakukan setara di bawah komando tim instruktur. Seluruh keputusan mengenai kelulusan dan pencopotan diserahkan sepenuhnya kepada tim pelatih tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Termasuk Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Lihat video: Pimpin Apel Petugas Haji, Wamenhaj Ingatkan Pentingnya Amanah
Bagi peserta yang telah dicopot, kementerian memastikan tidak akan ada pemanggilan kembali. Aturan tetap harus ditegakkan demi menjaga kekompakan dan kualitas pelayanan.
Dahnil menyarankan bagi mereka yang kecewa atau belum berhasil tahun ini untuk mempersiapkan diri lebih maksimal dan meluruskan niat jika ingin mencoba kembali tahun depan.
Hanya peserta yang dinyatakan lulus yang berhak mengikuti upacara penutupan yang rencananya dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto Jumat (30/1).
Upacara penutupan ini menjadi simbol kesiapan terakhir para petugas pilihan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Pemerintah berharap petugas yang tersisa benar-benar memiliki komitmen tinggi untuk melayani jemaah dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Alasannya, tidak memenuhi standar kelulusan. Langkah ini diambil sebagai bentuk penegakan aturan yang ketat bagi seluruh peserta tanpa terkecuali.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan pencopotan tersebut didasari oleh faktor kesehatan dan kendala kedisiplinan. Salah satu peserta diketahui memiliki riwayat penyakit jantung yang membutuhkan penanganan medis serius.
“Kementerian tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan petugas saat bertugas di lapangan nanti,” tegas Dahnil.
Baca juga: Jelang Penutupan Diklat PPIH 2026, Gus Irfan Mandatkan Petugas Jaga Kebugaran hingga Berangkat
Dahnil juga memberikan peringatan keras terkait niat para calon petugas. Dahnil menekankan menjadi petugas haji adalah tugas pelayanan yang murni, bukan sarana untuk sekadar "nebeng" naik haji.
Baginya, prioritas utama adalah menjadi pelayan tamu Allah, sementara ibadah haji merupakan bonus yang diberikan atas pengabdian tersebut. Pemerintah juga menjamin tidak ada istilah perlakuan istimewa bagi siapapun.
Dahnil juga menyebut seluruh peserta, termasuk pejabat hingga profesor, diperlakukan setara di bawah komando tim instruktur. Seluruh keputusan mengenai kelulusan dan pencopotan diserahkan sepenuhnya kepada tim pelatih tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Termasuk Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Lihat video: Pimpin Apel Petugas Haji, Wamenhaj Ingatkan Pentingnya Amanah
Bagi peserta yang telah dicopot, kementerian memastikan tidak akan ada pemanggilan kembali. Aturan tetap harus ditegakkan demi menjaga kekompakan dan kualitas pelayanan.
Dahnil menyarankan bagi mereka yang kecewa atau belum berhasil tahun ini untuk mempersiapkan diri lebih maksimal dan meluruskan niat jika ingin mencoba kembali tahun depan.
Hanya peserta yang dinyatakan lulus yang berhak mengikuti upacara penutupan yang rencananya dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto Jumat (30/1).
Upacara penutupan ini menjadi simbol kesiapan terakhir para petugas pilihan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Pemerintah berharap petugas yang tersisa benar-benar memiliki komitmen tinggi untuk melayani jemaah dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
(cip)
Lihat Juga :