Menata Iklim Sekolah yang Memuliakan Manusia

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:59 WIB
loading...
Menata Iklim Sekolah...
Hendarman - Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI (Ikatan Nasional Analis Kebijakan)/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor.
A A A
Hendarman
Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI (Ikatan Nasional Analis Kebijakan)/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor

Sekolah pada hakikatnya bukan semata ruang transfer pengetahuan, melainkan arena pembentukan manusia seutuhnya. Di sekolah berlangsung proses pengembangan karakter, nilai, relasi sosial, dan identitas diri murid. Namun, tujuan luhur tersebut hanya dapat terwujud apabila sekolah hadir sebagai lingkungan yang aman, nyaman, dan memuliakan martabat kemanusiaan. Tanpa rasa aman baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun digital, pendidikan akan kehilangan fondasi etik dan pedagogisnya.

Dalam konteks inilah, tampaknya kebijakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) menjadi relevan dan strategis. Kebijakan baru dari kementerian yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah ini telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Peraturan ini menggantikan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan

Kebijakan ini tidak dapat dibaca sekadar sebagai regulasi teknis pencegahan kekerasan, melainkan sebagai upaya transformasi paradigma tata kelola pendidikan menuju pendekatan yang lebih humanis, preventif, dan kolaboratif.

Dari Penanganan Kasus ke Pembangunan Budaya
Selama bertahun-tahun, kebijakan perlindungan di sekolah cenderung berorientasi pada penanganan kasus. Fokus utama diarahkan pada bagaimana merespons kekerasan setelah peristiwa terjadi. Pendekatan semacam ini, meskipun penting, memiliki keterbatasan karena bersifat reaktif dan seringkali tidak menyentuh akar persoalan.

Kebijakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman membawa pergeseran mendasar, yaitu dari sekadar penanganan insiden menuju pembangunan ekosistem sekolah yang kondusif. Sekolah diposisikan sebagai ruang hidup bersama (living space) yang harus dirancang secara sadar agar aman dan menenangkan bagi semua warganya. Dalam paradigma ini, pencegahan tidak lagi dipahami sebagai tambahan kebijakan, melainkan sebagai inti dari praktik pendidikan itu sendiri.

Pergeseran ini juga menegaskan bahwa kekerasan di sekolah bukan hanya persoalan individu. Tetapi ia merupakan fenomena sistemik yang dipengaruhi oleh budaya organisasi, relasi kuasa, norma sosial, serta ekosistem digital yang semakin kompleks.

Dimensi Aman dan Nyaman sebagai Kerangka Holistik
Salah satu kekuatan utama kebijakan BSAN adalah pendekatan multidimensinya. Keamanan dan kenyamanan tidak direduksi hanya pada aspek fisik, tetapi dipahami secara utuh sebagai pengalaman hidup murid dan warga sekolah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Prabowo Mau Renovasi...
Prabowo Mau Renovasi 10 Ribu Puskesmas dan Sekolah Pakai Uang Sitaan Negara
Kunjungi Miangas, Prabowo...
Kunjungi Miangas, Prabowo Janji Renovasi Semua Sekolah 2-3 Tahun ke Depan
Mensos: Sekolah Rakyat...
Mensos: Sekolah Rakyat Bagian dari Strategi Besar Pengentasan Kemiskinan
Mensos: Siswa Sekolah...
Mensos: Siswa Sekolah Rakyat Ditargetkan Capai 100 Ribu pada 2027
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Rekomendasi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Berita Terkini
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
AHY Hadiri Kampanye...
AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Delpedro Marhaen Hadiri...
Delpedro Marhaen Hadiri Sidang Vonis Nadiem Makarim
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved