Sammy Notaslimboy Tak Sependapat Komika Dituntut Beri Solusi saat Beraksi
Selasa, 27 Januari 2026 - 23:55 WIB
loading...
Komika Sammy Notaslimboy. Foto/Tangkapan layar iNews
A
A
A
JAKARTA - Komika Sammy Notaslimboy turut bicara soal polemik stand up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea yang berujung pelaporan ke polisi. Ia menyoroti soal adanya tuntutan solusi konkret ketika seorang komika melontarkan kritikan dalam aksinya.
Sammy menegaskan, sebagai seorang seniman akan bekerja di area dekonstruksi. "Ini saya cukup tergelitik dengan kritik dan solusi ya, karena sebenarnya Pandji ini kan seniman dia, harusnya memang seniman itu areanya dekontruksi," kata Sammy dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Mens Rea Pandji, Lawakan Atau Penghinaan" di iNews, Selasa (27/1/2026).
Sammy menambahkan, "Dibelejeti ini loh masalah Indonesia, ini loh masalah kepolisian, ini loh masalah wakil presiden kita, ini loh masalah penggunaan pajak kita."
Baca Juga: Polemik Mens Rea Pandji, Firdaus Oiwobo: Mengkritik Harus Ada Solusi
Menurutnya, akan menjadi sesuatu yang tidak tepat bila seorang komika dipaksa memberikan solusi ketika berada di atas panggung. Solusi dari kritik selayaknya disampaikan setelah komika turun dari panggung. "Lalu dituntut untuk memberikan solusi, solusi itu ya bukan di panggunglah, setelah di panggung," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif LBH Jokowi Perkasa, Firdaus Oiwobo, menyebut kritik yang disampaikan di ruang publik seharusnya diakhiri dengan solusi. Hal ini disampaikan Firdaus dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Mens Rea Pandji, Lawakan Atau Penghinaan".
Ia menyampaikan bahwa kritikan tak hanya bisa disampaikan melalui cara lucu-lucuan seperti stand up comedy. Menurutnya, sah-sah saja bila kritik disampaikan melalui jalur dakwah.
"Jadi gini, mengkritik yang namanya mengkritik itu harus ada solusi. Silakan dengan metode apa pun, mengkritik boleh, mau pake cara dakwah cara apaan boleh, cara lelucuan boleh," ujar Firdaus, Selasa (27/1/2026).
Dirinya tidak mempermasalahkan apa pun cara orang dalam menyampaikan kritik. Namun, yang ia sorot adalah kritik yang dilontarkan justru menjurus pada penghinaan. "Tetapi habis mengkritik ini, setelah menghina orang, solusinya apa," ucapnya.
Menurutnya, kritik pada dasarnya bertujuan memperbaiki suatu keadaan. Bukan sekadar ejekan yang dibalut dengan komedi. "Mengkritik dicampur dengan dengan lawakan itu juga nggak bagus," ucapnya.
Sammy menegaskan, sebagai seorang seniman akan bekerja di area dekonstruksi. "Ini saya cukup tergelitik dengan kritik dan solusi ya, karena sebenarnya Pandji ini kan seniman dia, harusnya memang seniman itu areanya dekontruksi," kata Sammy dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Mens Rea Pandji, Lawakan Atau Penghinaan" di iNews, Selasa (27/1/2026).
Sammy menambahkan, "Dibelejeti ini loh masalah Indonesia, ini loh masalah kepolisian, ini loh masalah wakil presiden kita, ini loh masalah penggunaan pajak kita."
Baca Juga: Polemik Mens Rea Pandji, Firdaus Oiwobo: Mengkritik Harus Ada Solusi
Menurutnya, akan menjadi sesuatu yang tidak tepat bila seorang komika dipaksa memberikan solusi ketika berada di atas panggung. Solusi dari kritik selayaknya disampaikan setelah komika turun dari panggung. "Lalu dituntut untuk memberikan solusi, solusi itu ya bukan di panggunglah, setelah di panggung," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif LBH Jokowi Perkasa, Firdaus Oiwobo, menyebut kritik yang disampaikan di ruang publik seharusnya diakhiri dengan solusi. Hal ini disampaikan Firdaus dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Mens Rea Pandji, Lawakan Atau Penghinaan".
Ia menyampaikan bahwa kritikan tak hanya bisa disampaikan melalui cara lucu-lucuan seperti stand up comedy. Menurutnya, sah-sah saja bila kritik disampaikan melalui jalur dakwah.
"Jadi gini, mengkritik yang namanya mengkritik itu harus ada solusi. Silakan dengan metode apa pun, mengkritik boleh, mau pake cara dakwah cara apaan boleh, cara lelucuan boleh," ujar Firdaus, Selasa (27/1/2026).
Dirinya tidak mempermasalahkan apa pun cara orang dalam menyampaikan kritik. Namun, yang ia sorot adalah kritik yang dilontarkan justru menjurus pada penghinaan. "Tetapi habis mengkritik ini, setelah menghina orang, solusinya apa," ucapnya.
Menurutnya, kritik pada dasarnya bertujuan memperbaiki suatu keadaan. Bukan sekadar ejekan yang dibalut dengan komedi. "Mengkritik dicampur dengan dengan lawakan itu juga nggak bagus," ucapnya.
(zik)
Lihat Juga :