Muncul Tren Menunda Nikah, Menag Minta Nikah Fest Diperluas
Jum'at, 23 Januari 2026 - 21:04 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Nasaruddin Umar, tren menunda perkawinan merupakan fenomena global yang juga mulai terasa di Indonesia. Nasaruddin Umar mencontohkan pengalaman sejumlah negara maju yang menghadapi penurunan minat menikah di kalangan generasi mudanya.
Lihat video: 100 Pengantin Ikat Janji Suci dalam Nikah Massal di Masjid Istiqlal
“Sekarang muncul fenomena global, orang tidak akan kawin atau akan menunda perkawinannya sampai ke usia-usia yang justru tidak produktif,” ujarnya.
Nasaruddin Umar menilai perubahan pola pikir generasi muda perlu direspons dengan pendekatan yang lebih adaptif dan persuasif. Karena itu, Nikah Fest dinilai relevan sebagai ruang edukasi, afirmasi, dan pendampingan yang ramah bagi anak muda. “Kita tidak bisa hanya menasihati, tapi harus menghadirkan program yang menyentuh realitas mereka,” katanya.
Selain mendorong peningkatan perkawinan, Nasaruddin Umar juga mengungkapkan pentingnya penguatan program pembinaan keluarga. Nasaruddin Umar menyebut bimbingan pranikah dan bimbingan perkawinan telah memberi dampak positif, termasuk dalam menurunkan praktik perkawinan anak secara signifikan. “Pendekatan edukatif ini harus terus kita perkuat,” ujarnya.
Upaya mendorong perkawinan harus sejalan dengan prinsip moderasi dan tanggung jawab. Nasaruddin Umar mengingatkan tujuan utama bukan sekadar meningkatkan angka, tetapi memastikan kualitas keluarga yang terbentuk. “Yang kita dorong bukan hanya menikah, tapi menikah dengan kesiapan mental, spiritual, dan sosial,” katanya.
Lihat video: 100 Pengantin Ikat Janji Suci dalam Nikah Massal di Masjid Istiqlal
“Sekarang muncul fenomena global, orang tidak akan kawin atau akan menunda perkawinannya sampai ke usia-usia yang justru tidak produktif,” ujarnya.
Nasaruddin Umar menilai perubahan pola pikir generasi muda perlu direspons dengan pendekatan yang lebih adaptif dan persuasif. Karena itu, Nikah Fest dinilai relevan sebagai ruang edukasi, afirmasi, dan pendampingan yang ramah bagi anak muda. “Kita tidak bisa hanya menasihati, tapi harus menghadirkan program yang menyentuh realitas mereka,” katanya.
Selain mendorong peningkatan perkawinan, Nasaruddin Umar juga mengungkapkan pentingnya penguatan program pembinaan keluarga. Nasaruddin Umar menyebut bimbingan pranikah dan bimbingan perkawinan telah memberi dampak positif, termasuk dalam menurunkan praktik perkawinan anak secara signifikan. “Pendekatan edukatif ini harus terus kita perkuat,” ujarnya.
Upaya mendorong perkawinan harus sejalan dengan prinsip moderasi dan tanggung jawab. Nasaruddin Umar mengingatkan tujuan utama bukan sekadar meningkatkan angka, tetapi memastikan kualitas keluarga yang terbentuk. “Yang kita dorong bukan hanya menikah, tapi menikah dengan kesiapan mental, spiritual, dan sosial,” katanya.
Lihat Juga :