Rehabilitasi Mangrove, Kemenhut Perkuat Kelembagaan dan Kemitraan Iklim

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:15 WIB
loading...
Rehabilitasi Mangrove,...
Kemenhut mencatat capaian positif dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove sepanjang tahun 2025 yang menjadi indikator penting pemulihan ekosistem pesisir. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat capaian positif dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove sepanjang tahun 2025. Program rehabilitasi mangrove yang didukung pendanaan APBN maupun non-APBN menunjukkan keberhasilan nyata secara fisik, sekaligus memperkuat fondasi kelembagaan pengelolaan mangrove di berbagai daerah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Dyah Murtiningsih menegaskan bahwa capaian fisik rehabilitasi mangrove tahun 2025 mencerminkan meningkatnya kualitas perencanaan dan implementasi di lapangan. Realisasi peningkatan tutupan lahan mangrove tercapai bahkan melampaui target pada beberapa tahapan rehabilitasi, yang menjadi indikator penting pemulihan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Baca juga: Kemenhut Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan Hutan Raja Ampat

“Capaian rehabilitasi mangrove tahun 2025 menunjukkan bahwa upaya pemulihan ekosistem pesisir berjalan semakin efektif. Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari luasan tanam, tetapi juga dari konsistensi pemeliharaan dan keterlibatan para pihak di lapangan,” ujar Dyah, Rabu (21/1/2026).



Keberhasilan tersebut didukung oleh penguatan tata kelola dan kelembagaan rehabilitasi mangrove. Sepanjang 2025, Kementerian Kehutanan telah memfasilitasi penguatan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) di 34 Unit Pelaksana Teknis (UPT), baik melalui pembiayaan APBN maupun dukungan hibah internasional.

Penguatan KKMD diarahkan untuk memastikan rehabilitasi mangrove dilaksanakan secara terkoordinasi, akuntabel, dan berkelanjutan, mencakup aspek kebijakan, kapasitas, aksi dan pelaporan, pendanaan, serta kemitraan.

Baca juga: Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Kemenhut Komitmen Perkuat Perhutanan Sosial

Dyah juga menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi kunci agar rehabilitasi mangrove tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata.

“Kami memastikan rehabilitasi mangrove dibangun di atas kelembagaan yang kuat. KKMD berperan sebagai simpul koordinasi lintas sektor di daerah, sehingga rehabilitasi mangrove dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Dyah

Ia menambahkan Kementerian Kehutanan akan mendorong rehabilitasi mangrove melalui skema kemitraan multipihak. Pendekatan ini membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, serta mitra internasional, sebagai bagian dari dukungan terhadap aksi mitigasi perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon.

“Rehabilitasi mangrove memiliki posisi strategis dalam agenda iklim nasional karena manfaatnya yang bersifat multi-dimensi. Mangrove bukan hanya penting dari sisi ekologi, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap mitigasi perubahan iklim. Karena itu, kemitraan dengan berbagai pihak akan terus kami dorong agar rehabilitasi mangrove dapat memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan Nikolas Nugroho Surjobasuindro menyatakan bahwa Kementerian Kehutanan juga tengah membangun basis data dan peta rehabilitasi mangrove secara bertahap.

Pengembangan data ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi perencanaan dan pemantauan, sekaligus memastikan keterpaduan antarprogram rehabilitasi mangrove di tingkat nasional. Basis data tersebut akan menjadi alat pendukung pengambilan kebijakan tanpa mengurangi fokus utama pada aksi rehabilitasi di lapangan.

Nikolas menambahkan bahwa penguatan data dan informasi dilakukan secara selektif dan proporsional untuk mendukung implementasi program.
“Data dan peta menjadi instrumen penting untuk memastikan rehabilitasi mangrove tepat sasaran. Namun, fokus utama kami tetap pada implementasi di lapangan dan penguatan kapasitas para pelaksana,” tambah Nikolas.

Dengan kombinasi capaian fisik, penguatan kelembagaan, dan arah kebijakan kemitraan yang semakin inklusif, Kementerian Kehutanan optimistis rehabilitasi mangrove akan terus memberikan manfaat ekologis, sosial, dan iklim, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam upaya mitigasi perubahan iklim global.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Indonesia-AS Perkuat...
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Keberlanjutan
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Pertemuan Bilateral,...
Pertemuan Bilateral, FAO Sebut RI Mitra Kehutanan Paling Strategis di Dunia
Kemenhut-ITTO Perkuat...
Kemenhut-ITTO Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari dan Industri Kayu Tropis
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
Rekomendasi
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Brasil Dijagokan, Jepang...
Brasil Dijagokan, Jepang Siap Bikin Kejutan
Dituding Langgar Hak...
Dituding Langgar Hak Cipta, Syahravi Resmi Laporkan Fariz RM ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved