Banjir Pantura Rendam Rel KA, Komisi V DPR Ingatkan Rapuhnya Infrastruktur Transportasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:38 WIB
loading...
Banjir Pantura Rendam...
Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Syaiful Huda meminta pembenahan menyeluruh pada infrastruktur perkeretaapian. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Banjir yang merendam jalur rel kereta api pada petak Pekalongan–Sragi, Jawa Tengah, memaksa pembatalan puluhan perjalanan kereta api, baik lokal maupun jarak jauh. Peristiwa ini menunjukkan rapuhnya infrastruktur transportasi nasional di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Syaiful Huda menyebut kejadian tersebut sebagai 'alarm keras' bagi pemerintah agar segera melakukan pembenahan menyeluruh pada infrastruktur perkeretaapian.

"Kejadian di Pekalongan adalah alarm bagi kita semua betapa rentannya infrastruktur transportasi nasional kita. Situasi ini harus menjadi catatan bagi pemerintah agar merumuskan strategi perbaikan infrastruktur transportasi kereta api sehingga kejadian tidak terus berulang di masa depan," kata Syaiful Huda, Rabu (21/1/2026).

Huda mengungkapkan akibat banjir di jalur rel Pekalongan hingga Senin (19/1/2026) sebanyak 108 perjalanan KA yang melintasi jalur utara Jawa Tengah terpaksa dibatalkan. Selain pembatalan perjalanan, terdapat 31 perjalanan KA yang pola operasinya diputar atau dialihkan melalui jalur selatan dan 76 lainnya mengalami keterlambatan dengan rata-rata mencapai 240 menit.

"PT KAI juga harus mengembalikan (refund) biaya tiket yang sudah pesan oleh penumpang hingga miliaran rupiah," ujarnya.

Terganggunya perjalanan kereta api akibat banjir ini bukanlah pertama terjadi. Sebelumnya puluhan perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan akibat banjir yang mengenanggi rel di kawasan Grobogan Jawa Tengah, awal 2025 lalu. Selain itu juga di Oktober 2025 sejumlah perjalanan kereta api terganggu karena banjir di kawasan Semarang.

"Situasi ini dimungkinkan akan lebih sering terjadi di masa depan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang kerap memicu banjir di kawasan pantura," ujar Huda.

Politikus PKB ini menegaskan jika persoalan banjir di rel kereta api di jalur pantura bukanlan persoalan insindentil karena terus berulang. Menurutnya dibutuhkan kajian mendalam dari pemerintah untuk mencari solusi permanen agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

"Harus ada kajian strategi penanganan rel yang terendam banjir di jalur pantura. Apakah harus ada peninggian titik-titik rel tertentu, pembangunan drainase, atau pembangunan sabuk hijau di kawasan sekitar rel yang menjadi langganan banjir. Opsi-opsi ini harus segera dipikirkan oleh pemerintah," ujarnya.

Huda menilai dalam waktu dekat peninggian elevasi rel di atas titik banjir tertinggi menjadi hal paling fundamental yang harus dilakukan. Meskipun biaya konstruksinya relatif tinggi, namun hal itu masih jauh lebih murah dibandingkan dengan kerugian ekonomi akibat lumpuhnya logistik nasional.

"Yang harus diingat kereta api saat ini menjadi salah satu tulang punggung transportasi nasional di Pulau Jawa. Jika tidak ada perbaikan fundamental terkait daya dukung infrastrukturnya maka kerugian ekonomi akan sangat besar di jangka panjang," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Menhub Absen, Komisi...
Menhub Absen, Komisi V DPR Tunda Raker Bahas Tragedi Bekasi Timur
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Anggota DPR: Kecelakaan...
Anggota DPR: Kecelakaan Kereta di Bekasi Harus Jadi Titik Balik Keselamatan Perempuan
Antisipasi Krisis Energi,...
Antisipasi Krisis Energi, Pemerintah Diminta Benahi Transportasi Publik
Imbas Konflik Timteng,...
Imbas Konflik Timteng, DPR Dorong Penggunaan BBM Subsidi Utamakan Transportasi Publik
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Rekomendasi
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Berita Terkini
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved