Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Sudah Mundur dari Partai Gerindra
Selasa, 20 Januari 2026 - 15:58 WIB
loading...
Thomas Djiwandono. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengonfirmasi bahwa Thomas Djiwandono sudah mengundurkan diri dari Partai Gerindra. Hal ini menyusul pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Saya sudah memastikan bahwa semua proses yang berjalan saat ini itu sudah proper secara aturan perundangan, soal kemudian keanggotaan partai politik, kemudian sebagai pengurus partai politik sudah dipastikan bahwa sejak awal itu sudah terpenuhi mengenai surat pengunduran diri, mengenai posisi-posisi yang ada pada keanggotaan di partai itu sudah tidak berjalan,” kata Misbakhun di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026)
Misbakhun memastikan bahwa syarat sebagai calon Deputi Gubernur BI sepenuhnya sudah terpenuhi, termasuk mundur dari parpol. Bahkan, Misbakhun mengaku sudah mengonfirmasi langsung ke yang bersangkutan.
Baca Juga: Thomas Djiwandono: Saya Masuk Kementerian Keuangan untuk Belajar
"Saya sudah melakukan konfirmasi kepada beliau yang bersangkutan, kemudian konfirmasi kepada Gubernur Bank Indonesia bahwa memang pengusulan itu datang dari Gubernur Bank Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Mengulik Alasan Kenapa Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI
Legislator Partai Golkar itu menilai Thomas memiliki kapabilitas dan rekam jejak atau track record yang cocok sebagai calon deputi. "Aspek baik itu dalam dunia pemerintahan, dunia bisnis, maupun kegiatan-kegiatan beliau di partai sebelum beliau mengundurkan diri sehingga menurut saya itu adalah sebuah track record yang kredibel. Beliau dalam kapasitas memadai untuk mengemban jabatan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dari latar belakang keluarga dan latar belakang pendidikan beliau sangat memandai untuk itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi mengumumkan tiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Selain Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Djiwandono, dua nama lainnya berasal dari pejabat karier internal bank sentral. Mereka adalah Solikin Juhro yang saat ini menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI dan Dicky Kartikoyono selaku Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.
"Saya sudah memastikan bahwa semua proses yang berjalan saat ini itu sudah proper secara aturan perundangan, soal kemudian keanggotaan partai politik, kemudian sebagai pengurus partai politik sudah dipastikan bahwa sejak awal itu sudah terpenuhi mengenai surat pengunduran diri, mengenai posisi-posisi yang ada pada keanggotaan di partai itu sudah tidak berjalan,” kata Misbakhun di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026)
Misbakhun memastikan bahwa syarat sebagai calon Deputi Gubernur BI sepenuhnya sudah terpenuhi, termasuk mundur dari parpol. Bahkan, Misbakhun mengaku sudah mengonfirmasi langsung ke yang bersangkutan.
Baca Juga: Thomas Djiwandono: Saya Masuk Kementerian Keuangan untuk Belajar
"Saya sudah melakukan konfirmasi kepada beliau yang bersangkutan, kemudian konfirmasi kepada Gubernur Bank Indonesia bahwa memang pengusulan itu datang dari Gubernur Bank Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Mengulik Alasan Kenapa Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI
Legislator Partai Golkar itu menilai Thomas memiliki kapabilitas dan rekam jejak atau track record yang cocok sebagai calon deputi. "Aspek baik itu dalam dunia pemerintahan, dunia bisnis, maupun kegiatan-kegiatan beliau di partai sebelum beliau mengundurkan diri sehingga menurut saya itu adalah sebuah track record yang kredibel. Beliau dalam kapasitas memadai untuk mengemban jabatan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dari latar belakang keluarga dan latar belakang pendidikan beliau sangat memandai untuk itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi mengumumkan tiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Selain Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Djiwandono, dua nama lainnya berasal dari pejabat karier internal bank sentral. Mereka adalah Solikin Juhro yang saat ini menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI dan Dicky Kartikoyono selaku Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.
(zik)
Lihat Juga :