Politik, Iman, dan Belanja: Mesin Peradaban Manusia

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:48 WIB
loading...
A A A
Ketiga naluri ini tidak pernah berdiri sendiri. Ketika politik kehilangan legitimasi, agama menguat. Ketika agama kehilangan daya makna, konsumsi membengkak. Ketika konsumsi merusak lingkungan, politik kembali dipanggil sebagai penyelamat. Peradaban bergerak dalam siklus, bukan garis lurus kemajuan.

Filsafat sains mengajarkan satu pelajaran pahit: manusia bukan makhluk rasional yang sesekali tersesat, melainkan makhluk naluriah yang sesekali jernih. Peradaban adalah jeda rapuh antara dua krisis, dijaga oleh keseimbangan sementara antara kekuasaan, makna, dan energi.

Mungkin tujuan tertinggi peradaban bukanlah kesempurnaan, melainkan kesadaran - bahwa apa yang kita bangun hari ini masih digerakkan oleh naluri purba. Dan bahwa memahami naluri itu bukan tanda kelemahan, melainkan satu-satunya peluang kita untuk tidak dikendalikan sepenuhnya olehnya.

Rasio sebagai Alat, Bukan Penguasa


Tambahan penting dari sudut filsafat sains adalah ini: rasionalitas manusia tidak pernah berdiri di atas naluri, melainkan di atasnya sebagai alat. Sains, hukum, dan etika modern sering diperlakukan seolah-olah mereka adalah penjinak naluri. Kenyataannya, mereka lebih sering menjadi juru bicara naluri dengan bahasa yang lebih halus.

Rasio membantu politik menjadi efisien, bukan adil. Ia membantu agama menjadi sistematis, bukan benar. Ia membantu konsumsi menjadi masif, bukan cukup. Ini bukan kegagalan rasio, melainkan keterbatasan perannya. Evolusi tidak memilih rasio untuk memimpin, tetapi untuk melayani keputusan yang sudah diambil di tingkat naluriah.

Kesadaran ini penting karena ia membebaskan kita dari ilusi berbahaya: bahwa kemajuan intelektual otomatis membawa kemajuan moral. Sejarah berkali-kali menunjukkan sebaliknya.

Ketidakseimbangan Modern


Masalah peradaban modern bukan munculnya naluri-naluri ini, melainkan ketidakseimbangannya. Konsumsi tumbuh jauh lebih cepat daripada kebijaksanaan ekologis. Politik bergerak lebih cepat daripada kemampuan membangun kepercayaan. Sains melaju lebih cepat daripada kapasitas manusia memberi makna pada temuan-temuannya.

Akibatnya, kita hidup di zaman di mana manusia mampu memetakan gen, tetapi kesulitan mempercayai sesamanya. Mampu memprediksi iklim ratusan tahun ke depan, tetapi gagal menahan dorongan jangka pendek. Ini bukan paradoks; ini konsekuensi evolusioner.

Kesadaran sebagai Bentuk Tertinggi Adaptasi


Jika ada satu kemungkinan lompatan berikutnya dalam sejarah manusia, ia bukanlah teknologi, melainkan kesadaran reflektif atas naluri sendiri. Bukan penghapusan politik, agama, atau konsumsi -itu mustahil- melainkan pemahaman akan fungsi dan batasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Rekomendasi
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved