PUI, Pemuda Masjid Dunia, AMPG Kerja Sama Optimalkan Dai untuk Program Lintas Negara
Minggu, 18 Januari 2026 - 22:13 WIB
loading...
Dalam rangka memperkuat peran kebangsaan dan membangun jaringan global, DPP PUI melakukan kunjungan audiensi strategis ke PP AMPG di Sekretariat PP AMPG, Jakarta, Jumat (16/1/2026). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka memperkuat peran kebangsaan dan membangun jaringan global, DPP Persatuan Umat Islam (PUI) melakukan kunjungan audiensi strategis ke Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) di Sekretariat PP AMPG, Jakarta, Jumat (16/1/2026). Pertemuan ini membahas sinergi konkret dalam pengembangan kepemudaan, keumatan, dan kebangsaan baik di tingkat nasional maupun internasional.
Delegasi DPP PUI dipimpin Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Adhe Nuansa Wibisono, yang didampingi sejumlah pimpinan, termasuk Ketua Bidang Pendidikan Latihan Kepemimpinan Arif Susanto dan Ketua Bidang Pengembangan Masjid dan Pesantren Nur Saifuddin Zaidi. Mereka diterima Wakil Ketua Umum PP AMPG sekaligus Wakil Presiden Pemuda Masjid Dunia Sedek Rahman Bahta didampingi Ketua Bidang Keagamaan PP AMPG Ali Kamal Smith.
Baca juga: Gencarkan Syiar, PBNU Kirim Dai ke 8 Negara dan Pelosok Indonesia
Adhe Nuansa Wibisono menyampaikan salam hangat dari Ketua Umum DPP PUI Raizal Arifin dan memperkenalkan PUI sebagai organisasi massa Islam besar yang berakar sejak era perjuangan kemerdekaan.
“Sebagai ormas nasional dengan jaringan anggota yang luas, PUI memiliki peranan signifikan dalam mengawal kebijakan strategis pemerintah dan berkontribusi nyata di bidang pendidikan melalui ribuan lembaga dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi,” ujar Wibisono.
Dengan basis anggota mencapai 20,6 juta orang, PUI siap bersinergi dan mengoptimalkan berbagai peluang kolaborasi. Wibisono kemudian memperkenalkan akar sejarah PUI yang dalam dan kontribusinya bagi bangsa.
Para pendiri PUI yaitu KH Abdul Halim Majalengka, KH Ahmad Sanusi Sukabumi, dan Mr Syamsuddin adalah pahlawan nasional serta anggota BPUPKI yang berperan penting dalam perumusan dasar negara dan kemerdekaan dengan pemikiran nasionalisme serta keagamaan yang kuat.
Sedek Rahman Bahta menjelaskan bahwa di era kepemimpinan Datuk H Said Aldi Al-Idrus yang saat ini sedang menjalankan misi diplomasi kemanusiaan di Palestina, banyak pengurus AMPG juga beraktivitas di kepengurusan Pemuda Masjid Dunia dan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI). “Hal ini membawa warna baru serta memperluas jangkauan AMPG hingga tataran global,” kata Bahta.
Dia mengapresiasi potensi PUI dalam mendukung program-program keumatan lintas negara. “Pemuda Masjid Dunia memiliki banyak program, seperti program Bersih-bersih Masjid dan mengirimkan sejumlah Dai untuk mengajarkan baca Al-Qur'an ke sejumlah negeri tetangga seperti Kamboja dan Vietnam. Kami melihat PUI memiliki potensi besar dengan banyak Dai di madrasah dan pesantren, terutama untuk program tahfidz dan pengiriman dai yang dapat mengisi kebutuhan ini,” ungkapnya.
Forum tersebut kemudian mendiskusikan berbagai agenda dan proyek kebangsaan yang saling mengisi antara PUI, Pemuda Masjid Dunia, dan PP AMPG. Pada akhir pertemuan, dicapai kesepahaman untuk melanjutkan dialog pada tingkat pimpinan setelah kepulangan Datuk Said Aldi ke Jakarta.
Inisiatif bersama yang digagas melihat potensi kolaborasi dalam pengiriman dai dan penguatan program pendidikan Al-Qur'an secara internasional dengan memanfaatkan jaringan dan sumber daya masing-masing lembaga.
Delegasi DPP PUI dipimpin Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Adhe Nuansa Wibisono, yang didampingi sejumlah pimpinan, termasuk Ketua Bidang Pendidikan Latihan Kepemimpinan Arif Susanto dan Ketua Bidang Pengembangan Masjid dan Pesantren Nur Saifuddin Zaidi. Mereka diterima Wakil Ketua Umum PP AMPG sekaligus Wakil Presiden Pemuda Masjid Dunia Sedek Rahman Bahta didampingi Ketua Bidang Keagamaan PP AMPG Ali Kamal Smith.
Baca juga: Gencarkan Syiar, PBNU Kirim Dai ke 8 Negara dan Pelosok Indonesia
Adhe Nuansa Wibisono menyampaikan salam hangat dari Ketua Umum DPP PUI Raizal Arifin dan memperkenalkan PUI sebagai organisasi massa Islam besar yang berakar sejak era perjuangan kemerdekaan.
“Sebagai ormas nasional dengan jaringan anggota yang luas, PUI memiliki peranan signifikan dalam mengawal kebijakan strategis pemerintah dan berkontribusi nyata di bidang pendidikan melalui ribuan lembaga dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi,” ujar Wibisono.
Dengan basis anggota mencapai 20,6 juta orang, PUI siap bersinergi dan mengoptimalkan berbagai peluang kolaborasi. Wibisono kemudian memperkenalkan akar sejarah PUI yang dalam dan kontribusinya bagi bangsa.
Para pendiri PUI yaitu KH Abdul Halim Majalengka, KH Ahmad Sanusi Sukabumi, dan Mr Syamsuddin adalah pahlawan nasional serta anggota BPUPKI yang berperan penting dalam perumusan dasar negara dan kemerdekaan dengan pemikiran nasionalisme serta keagamaan yang kuat.
Sedek Rahman Bahta menjelaskan bahwa di era kepemimpinan Datuk H Said Aldi Al-Idrus yang saat ini sedang menjalankan misi diplomasi kemanusiaan di Palestina, banyak pengurus AMPG juga beraktivitas di kepengurusan Pemuda Masjid Dunia dan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI). “Hal ini membawa warna baru serta memperluas jangkauan AMPG hingga tataran global,” kata Bahta.
Dia mengapresiasi potensi PUI dalam mendukung program-program keumatan lintas negara. “Pemuda Masjid Dunia memiliki banyak program, seperti program Bersih-bersih Masjid dan mengirimkan sejumlah Dai untuk mengajarkan baca Al-Qur'an ke sejumlah negeri tetangga seperti Kamboja dan Vietnam. Kami melihat PUI memiliki potensi besar dengan banyak Dai di madrasah dan pesantren, terutama untuk program tahfidz dan pengiriman dai yang dapat mengisi kebutuhan ini,” ungkapnya.
Forum tersebut kemudian mendiskusikan berbagai agenda dan proyek kebangsaan yang saling mengisi antara PUI, Pemuda Masjid Dunia, dan PP AMPG. Pada akhir pertemuan, dicapai kesepahaman untuk melanjutkan dialog pada tingkat pimpinan setelah kepulangan Datuk Said Aldi ke Jakarta.
Inisiatif bersama yang digagas melihat potensi kolaborasi dalam pengiriman dai dan penguatan program pendidikan Al-Qur'an secara internasional dengan memanfaatkan jaringan dan sumber daya masing-masing lembaga.
(jon)
Lihat Juga :