Noe Letto Putra Cak Nun hingga Anak Hotman Paris Dilantik Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional
Minggu, 18 Januari 2026 - 11:49 WIB
loading...
A
A
A
"Benar, Sabrang Mowo Damar Panuluh merupakan salah satu dari 12 Tenaga Ahli yang dilantik dan menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional. Setelah dilantik, yang bersangkutan bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional," ujar Brigjen Rico kepada awak media, Minggu (18/1/2026).
Diketahui Sabrang atau Noe Letto merupakan putra budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun). Meski lebih dikenal publik sebagai vokalis band Letto, Noe dipilih karena kompetensi pemikiran strategis lintas disiplin yang dimilikinya. Brigjen Rico menjelaskan bahwa kontribusi Noe akan difokuskan pada perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis.
Baca juga: Satgas Kemanusiaan Unhan Kirim 75 Dokter ke Posko Kesehatan Aceh dan Sumatera
"Intinya bidang keahlian yang bersangkutan difokuskan pada kontribusi pemikiran strategis lintas disiplin, termasuk perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis yang relevan untuk memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional," tambahnya.
Mengenai mekanisme kerja, para tenaga ahli ini tidak memberikan masukan secara personal langsung kepada Menhan, melainkan melalui forum dan tata kerja organisasi DPN yang berlaku. Hasil kajian mereka akan menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan sebelum diambil keputusan strategis.
Diketahui Sabrang atau Noe Letto merupakan putra budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun). Meski lebih dikenal publik sebagai vokalis band Letto, Noe dipilih karena kompetensi pemikiran strategis lintas disiplin yang dimilikinya. Brigjen Rico menjelaskan bahwa kontribusi Noe akan difokuskan pada perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis.
Baca juga: Satgas Kemanusiaan Unhan Kirim 75 Dokter ke Posko Kesehatan Aceh dan Sumatera
"Intinya bidang keahlian yang bersangkutan difokuskan pada kontribusi pemikiran strategis lintas disiplin, termasuk perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis yang relevan untuk memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional," tambahnya.
Mengenai mekanisme kerja, para tenaga ahli ini tidak memberikan masukan secara personal langsung kepada Menhan, melainkan melalui forum dan tata kerja organisasi DPN yang berlaku. Hasil kajian mereka akan menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan sebelum diambil keputusan strategis.
Lihat Juga :