Sudirman Said Hadiri Deklarasi Partai Gema Bangsa: Tema Desentralisasi Politik Sangat Tepat
Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:36 WIB
loading...
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said menyambut positif deklarasi pendirian Partai Gerakan Mandiri Bangsa (Gema Bangsa). Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menyambut positif deklarasi pendirian Partai Gerakan Mandiri Bangsa (Gema Bangsa). Kehadiran partai ini dinilai menjadi sinyal baik di tengah kondisi kesehatan demokrasi Indonesia yang dinilainya tengah mengalami masa pancaroba.
“Partai Gema Bangsa semoga menjadi ruang agregasi dan konsolidasi gagasan, serta talent pool politik terbaik,” ujar Sudirman saat hadir sebagai undangan acara deklarasi Partai Gema Bangsa di kawasan Senayan, Jakarta (17/1/2026).
“Demokrasi kita saat ini kan sedang kehilangan napas aktivisme. Jangan bayangkan ada dinamika aktivisme macam gaya Hatta, Soekarno, Yamin, Natsir, dan lain-lain di sana. Jadi, ketika para aktivis memutuskan untuk berserikat melalui organisasi politik, itu tentu pertanda baik,” kata Sudirman.
Baca juga: Resmikan Sekber GKSR Bersama Partai Nonparlemen, Perindo: Upaya Konsolidasi Lebih Intens
Sudirman menambahkan hal tersebut juga merupakan pilihan sikap yang relevan dan konstruktif. Apresiasi khusus ditujukan Sudirman pada para pendiri dan penggerak yang berinisiatif menghadirkan wadah dan wajah baru dalam politik nasional. Sudirman pun menyoroti visi partai yang menempatkan penguatan desentralisasi sebagai agenda utamanya.
“Adalah sebuah langkah dewasa untuk memperbaiki mutu demokrasi dan tata-kelola pengurusan negara melalui komitmen memberi ruang yang lebih besar bagi tokoh-tokoh daerah serta penuntasan otonomi daerah melalui penguatan otonomi fiskal,” katanya.
Baca juga: Sekber GKSR Diresmikan, OSO: Satu Kekuatan Mewakili 17 Juta Suara Rakyat yang Tidak Terakomodir
Sudirman juga mengapresiasi komitmen partai dalam mengembalikan meritokrasi sebagai ruh demokrasi. “Meritokrasi itu praktik pemberi napas demokrasi. Pemimpin dipilih karena prestasi, rekam-jejak, integritas, dan kapasitas. Melaluinya, demokrasi jadi akan bisa melahirkan pemimpin-pemimpin yang bukan saja mumpuni, tapi juga cakap dan patut jadi teladan dalam ucap, tindak, dan peneguhan nilai-nilai moral,” paparnya.
Isu meritokrasi saat ini sangat dinanti dan diminati publik, terutama kaum muda. Kaum muda sedang risau sekali dengan semakin marak dan lazimnya gejala nepotisme.
“Penyakit kronis tersebut telah mengganjal dan memupus harapan siapa pun mereka yang sudah profesional dan bekerja keras dengan keringatnya sendiri. Nepotisme sangat mengkhianati prinsip keadilan,” tegas Sudirman.
Menariknya, dalam acara deklarasi tersebut disampaikan “lamaran” kepada Sudirman untuk turut memperkuat barisan Partai Gema Bangsa ke depan. Lamaran itu disambut hangat dan bergemuruh oleh para hadirin. Sudirman berharap, kehadiran partai baru semoga tak sekadar menambah jumlah peserta pemilu, tapi harus benar-benar membawa pembaharuan dalam praktik politik.
“Kehadirannya harus menjadi darah segar bagi hidupnya kembali jiwa aktivisme seperti yang telah dirintis para founding parents. Ia juga harus bisa memulihkan kepercayaan publik terhadap muruah demokrasi sebagai alat untuk mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana yang diamanatkan alinea keempat Pembukaan UUD 1945,” tandas Sudirman.
“Partai Gema Bangsa semoga menjadi ruang agregasi dan konsolidasi gagasan, serta talent pool politik terbaik,” ujar Sudirman saat hadir sebagai undangan acara deklarasi Partai Gema Bangsa di kawasan Senayan, Jakarta (17/1/2026).
“Demokrasi kita saat ini kan sedang kehilangan napas aktivisme. Jangan bayangkan ada dinamika aktivisme macam gaya Hatta, Soekarno, Yamin, Natsir, dan lain-lain di sana. Jadi, ketika para aktivis memutuskan untuk berserikat melalui organisasi politik, itu tentu pertanda baik,” kata Sudirman.
Baca juga: Resmikan Sekber GKSR Bersama Partai Nonparlemen, Perindo: Upaya Konsolidasi Lebih Intens
Sudirman menambahkan hal tersebut juga merupakan pilihan sikap yang relevan dan konstruktif. Apresiasi khusus ditujukan Sudirman pada para pendiri dan penggerak yang berinisiatif menghadirkan wadah dan wajah baru dalam politik nasional. Sudirman pun menyoroti visi partai yang menempatkan penguatan desentralisasi sebagai agenda utamanya.
“Adalah sebuah langkah dewasa untuk memperbaiki mutu demokrasi dan tata-kelola pengurusan negara melalui komitmen memberi ruang yang lebih besar bagi tokoh-tokoh daerah serta penuntasan otonomi daerah melalui penguatan otonomi fiskal,” katanya.
Baca juga: Sekber GKSR Diresmikan, OSO: Satu Kekuatan Mewakili 17 Juta Suara Rakyat yang Tidak Terakomodir
Sudirman juga mengapresiasi komitmen partai dalam mengembalikan meritokrasi sebagai ruh demokrasi. “Meritokrasi itu praktik pemberi napas demokrasi. Pemimpin dipilih karena prestasi, rekam-jejak, integritas, dan kapasitas. Melaluinya, demokrasi jadi akan bisa melahirkan pemimpin-pemimpin yang bukan saja mumpuni, tapi juga cakap dan patut jadi teladan dalam ucap, tindak, dan peneguhan nilai-nilai moral,” paparnya.
Isu meritokrasi saat ini sangat dinanti dan diminati publik, terutama kaum muda. Kaum muda sedang risau sekali dengan semakin marak dan lazimnya gejala nepotisme.
“Penyakit kronis tersebut telah mengganjal dan memupus harapan siapa pun mereka yang sudah profesional dan bekerja keras dengan keringatnya sendiri. Nepotisme sangat mengkhianati prinsip keadilan,” tegas Sudirman.
Menariknya, dalam acara deklarasi tersebut disampaikan “lamaran” kepada Sudirman untuk turut memperkuat barisan Partai Gema Bangsa ke depan. Lamaran itu disambut hangat dan bergemuruh oleh para hadirin. Sudirman berharap, kehadiran partai baru semoga tak sekadar menambah jumlah peserta pemilu, tapi harus benar-benar membawa pembaharuan dalam praktik politik.
“Kehadirannya harus menjadi darah segar bagi hidupnya kembali jiwa aktivisme seperti yang telah dirintis para founding parents. Ia juga harus bisa memulihkan kepercayaan publik terhadap muruah demokrasi sebagai alat untuk mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana yang diamanatkan alinea keempat Pembukaan UUD 1945,” tandas Sudirman.
(cip)
Lihat Juga :