Berkunjung ke Kediaman Dubes Jepang, Puti Soekarno: Pancasila Jadi Filosofi Masyarakat Jepang
Jum'at, 16 Januari 2026 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
"Saya percaya implementasi Pancasila harus sesuai perkembangan zaman agar menjadi arus menuju tata dunia baru. Ini saya angkat untuk menjawab pertanyaan bagaimana Indonesia yang heterogen bisa bersatu dan berkontribusi bagi perdamaian global. Jawabannya ada di Pancasila,” kata cucu Soekarno itu.
Sejarah telah mencatat pengalaman itu telah membuka ruang dialog yang sangat berharga bagi Indonesia - Jepang. " Kita tidak hanya berbicara tentang teori sebagai pandangan, tetapi tentang nilai hidup bagaimana kita dapat menyumbangkan kebaikan meskipun kecil tetapi bisa membangun dunia yang lebih adil, seimbang, dan bermakna," ujar Puti.
Dalam tataran praksis, masyarakat Jepang, langsung atau tidak, telah menjadikan nilai-nilai Pancasila menjadi filosofi dan standar moral masyarakat Jepang terlihat dari rasa kebersamaan, disiplin sosial, penghormatan terhadap harmoni, serta tanggung jawab kolektif.
"Dan saya lebih hormat lagi sebab nilai-nilai luhur itu tidak diajarkan secara abstrak melainkan nyata dalam praktik hidup keseharian masyarakatnya,” ungkapnya.
Menurut Puti, gotong royong sebagai salah satu nilai Pancasila tentu bukan konsep statis, bukan sekadar tindakan, tetapi sebuah prinsip yang menggerakkan, mengorganisir, dan memberi arah terhadap kehidupan bersama. Gotong royong hakikatnya adalah pandangan hidup bangsa yang mencerminkan bahwa Indonesia dibangun atas asas semua untuk semua, bukan yang kuat untuk yang kuat.
Sejarah telah mencatat pengalaman itu telah membuka ruang dialog yang sangat berharga bagi Indonesia - Jepang. " Kita tidak hanya berbicara tentang teori sebagai pandangan, tetapi tentang nilai hidup bagaimana kita dapat menyumbangkan kebaikan meskipun kecil tetapi bisa membangun dunia yang lebih adil, seimbang, dan bermakna," ujar Puti.
Dalam tataran praksis, masyarakat Jepang, langsung atau tidak, telah menjadikan nilai-nilai Pancasila menjadi filosofi dan standar moral masyarakat Jepang terlihat dari rasa kebersamaan, disiplin sosial, penghormatan terhadap harmoni, serta tanggung jawab kolektif.
"Dan saya lebih hormat lagi sebab nilai-nilai luhur itu tidak diajarkan secara abstrak melainkan nyata dalam praktik hidup keseharian masyarakatnya,” ungkapnya.
Menurut Puti, gotong royong sebagai salah satu nilai Pancasila tentu bukan konsep statis, bukan sekadar tindakan, tetapi sebuah prinsip yang menggerakkan, mengorganisir, dan memberi arah terhadap kehidupan bersama. Gotong royong hakikatnya adalah pandangan hidup bangsa yang mencerminkan bahwa Indonesia dibangun atas asas semua untuk semua, bukan yang kuat untuk yang kuat.
Lihat Juga :