Cetak Inovator Digital Muda Indonesia, Timedoor Academy Gelar Young Coders World Cup 2025
Kamis, 15 Januari 2026 - 20:50 WIB
loading...
Timedoor Academy menggelar babak final nasional Young Coders World Cup (YCWC) 2025. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Potensi inovasi digital generasi muda Indonesia kembali unjuk gigi dalam ajang nasional. Timedoor Academy menggelar babak final nasional Young Coders World Cup (YCWC) 2025.
Ajang yang berlangsung pada 14 Desember 2025 di Gedung Film Pesona, Jakarta ini mempertemukan finalis terbaik dari lebih dari 20 kota di Indonesia.
Para peserta menampilkan solusi digital inovatif untuk merebut tiket menuju kompetisi internasional. Penyelenggaraan kompetisi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor aplikasi dan gim nasional.
Baca juga: Inovasi Digital PHE OSES Berhasil Optimalkan Produksi Minyak
YCWC 2025 menjadi ruang bagi pelajar usia 5–18 tahun untuk menampilkan karya di bidang pengembangan gim (game development), kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta pengembangan situs web dan aplikasi.
Plt Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Wahyu Wicaksana, menyatakan kualitas karya peserta mencerminkan kesiapan talenta muda Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
"Karya-karya peserta YCWC 2025 menunjukkan potensi besar dalam teknologi dan inovasi digital. Upaya Timedoor Academy ini selaras dengan program Asta Ekraf untuk mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui pengembangan SDM dan pemanfaatan teknologi agar mampu bersaing di level global," ujar Wahyu, Kamis (15/1/2026).
Lihat video: Inovasi Digital, Kemenparekraf Apresiasi Peluncuran TIC Digital Nusantara
Menurut Wahyu, YCWC 2025 merupakan proses panjang yang dimulai dari pelatihan guru (training of teachers) hingga seleksi lokal di berbagai wilayah, termasuk Bali, Surabaya, Makassar, Malang, dan Yogyakarta. Para juara dari tiap daerah inilah yang kemudian bertanding di panggung nasional di Jakarta.
CEO sekaligus pendiri AI Community Indonesia (AICO), Tommy Teja, menyoroti meratanya kemampuan digital anak-anak dari luar Jakarta. "Saya sangat terkesan dengan kemampuan anak-anak dari daerah. Ini membuktikan bahwa talenta digital kita tersebar merata, tidak hanya berpusat di kota besar," kata Tommy.
Tommy menambahkan, program terstruktur dari Timedoor Academy menjadi jembatan penting bagi remaja untuk memahami logika pemrograman secara bertahap dan komprehensif.
Selain dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, penyelenggaraan YCWC 2025 juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asosiasi Game Indonesia (AGI), AI Community Indonesia (AICO), serta Metrodata. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat terciptanya ekosistem talenta digital nasional yang berkelanjutan.
Chief Executive Officer (CEO) Timedoor Academy Yutaka Tokunaga menjelaskan YCWC lahir dari visi untuk mengubah peran generasi muda Indonesia dalam ekosistem teknologi.
"Young Coders World Cup adalah pintu gerbang anak-anak Indonesia ke panggung dunia. Para pemenang babak finalis nasional akan lanjut bertanding dengan peserta dari berbagai negara" ujarnya.
Setelah tahap nasional di Gedung Film Pesona ini, para pemenang dipersiapkan untuk melaju ke tahap internasional. Mereka bersaing dengan peserta dari berbagai negara pada tanggal 20 Desember 2025 untuk membawa nama Indonesia di kancah inovasi teknologi dunia.
Chief Operating Officer (COO) Timedoor Academy Setyo Purwaningsih menambahkan program ini memberikan lebih dari sekadar kompetisi. ”Kami percaya coding bukan hanya tentang menulis kode, tetapi melatih logical thinking dan problem-solving. YCWC memberikan wadah bagi anak-anak untuk mengubah ide mereka menjadi solusi nyata—dari konsumen teknologi menjadi pencipta inovasi," jelasnya.
Timedoor Academy berkomitmen menjadikan YCWC sebagai wadah literasi digital yang berkelanjutan agar generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi inovator masa depan di era ekonomi digital.
Ajang yang berlangsung pada 14 Desember 2025 di Gedung Film Pesona, Jakarta ini mempertemukan finalis terbaik dari lebih dari 20 kota di Indonesia.
Para peserta menampilkan solusi digital inovatif untuk merebut tiket menuju kompetisi internasional. Penyelenggaraan kompetisi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor aplikasi dan gim nasional.
Baca juga: Inovasi Digital PHE OSES Berhasil Optimalkan Produksi Minyak
YCWC 2025 menjadi ruang bagi pelajar usia 5–18 tahun untuk menampilkan karya di bidang pengembangan gim (game development), kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta pengembangan situs web dan aplikasi.
Plt Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Wahyu Wicaksana, menyatakan kualitas karya peserta mencerminkan kesiapan talenta muda Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
"Karya-karya peserta YCWC 2025 menunjukkan potensi besar dalam teknologi dan inovasi digital. Upaya Timedoor Academy ini selaras dengan program Asta Ekraf untuk mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui pengembangan SDM dan pemanfaatan teknologi agar mampu bersaing di level global," ujar Wahyu, Kamis (15/1/2026).
Lihat video: Inovasi Digital, Kemenparekraf Apresiasi Peluncuran TIC Digital Nusantara
Menurut Wahyu, YCWC 2025 merupakan proses panjang yang dimulai dari pelatihan guru (training of teachers) hingga seleksi lokal di berbagai wilayah, termasuk Bali, Surabaya, Makassar, Malang, dan Yogyakarta. Para juara dari tiap daerah inilah yang kemudian bertanding di panggung nasional di Jakarta.
CEO sekaligus pendiri AI Community Indonesia (AICO), Tommy Teja, menyoroti meratanya kemampuan digital anak-anak dari luar Jakarta. "Saya sangat terkesan dengan kemampuan anak-anak dari daerah. Ini membuktikan bahwa talenta digital kita tersebar merata, tidak hanya berpusat di kota besar," kata Tommy.
Tommy menambahkan, program terstruktur dari Timedoor Academy menjadi jembatan penting bagi remaja untuk memahami logika pemrograman secara bertahap dan komprehensif.
Selain dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, penyelenggaraan YCWC 2025 juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asosiasi Game Indonesia (AGI), AI Community Indonesia (AICO), serta Metrodata. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat terciptanya ekosistem talenta digital nasional yang berkelanjutan.
Chief Executive Officer (CEO) Timedoor Academy Yutaka Tokunaga menjelaskan YCWC lahir dari visi untuk mengubah peran generasi muda Indonesia dalam ekosistem teknologi.
"Young Coders World Cup adalah pintu gerbang anak-anak Indonesia ke panggung dunia. Para pemenang babak finalis nasional akan lanjut bertanding dengan peserta dari berbagai negara" ujarnya.
Setelah tahap nasional di Gedung Film Pesona ini, para pemenang dipersiapkan untuk melaju ke tahap internasional. Mereka bersaing dengan peserta dari berbagai negara pada tanggal 20 Desember 2025 untuk membawa nama Indonesia di kancah inovasi teknologi dunia.
Chief Operating Officer (COO) Timedoor Academy Setyo Purwaningsih menambahkan program ini memberikan lebih dari sekadar kompetisi. ”Kami percaya coding bukan hanya tentang menulis kode, tetapi melatih logical thinking dan problem-solving. YCWC memberikan wadah bagi anak-anak untuk mengubah ide mereka menjadi solusi nyata—dari konsumen teknologi menjadi pencipta inovasi," jelasnya.
Timedoor Academy berkomitmen menjadikan YCWC sebagai wadah literasi digital yang berkelanjutan agar generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi inovator masa depan di era ekonomi digital.
(cip)
Lihat Juga :