Ketahanan Kesehatan Nasional Hanya Dapat Terwujud melalui Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:04 WIB
loading...
Ketahanan Kesehatan...
DR. Cashtry Meher, seorang penulis, pemerhati kesehatan, dan pemikir ketahanan kesehatan nasional. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Buku “Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa” karya DR. Cashtry Meher, seorang penulis, pemerhati kesehatan, dan pemikir ketahanan kesehatan nasional diluncurkan di The Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Rabu (14/1/2025). Inti buku tersebut bahwa kesehatan tidak lagi cukup dipahami sebagai layanan yang bekerja ketika sakit datang, namun harus ditempatkan sebagai fondasi keberlanjutan kehidupan dan ketahanan bangsa.

Dalam peluncuran buku tersebut, DR. Cashtry menegaskan menjaga kehidupan adalah bentuk tertinggi dari keberadaban sebuah bangsa. Menurutnya, ketahanan kesehatan tidak semata diukur dari kemampuan merespons krisis, melainkan dari kapasitas sistemik bangsa untuk mencegah, melindungi, dan memulihkan kehidupan secara konsisten. Kesehatan, kata dia, perlu ditempatkan sebagai fondasi pembangunan, bukan sekadar konsekuensi di akhir proses.

"'Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa' menegaskan bahwa ketahanan kesehatan nasional hanya dapat terwujud melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Kesehatan tidak berdiri sendiri, melainkan berkelindan erat dengan pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan tata kelola publik,” ujar DR. Cashtry dalam peluncuran bukunya di The Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Rabu (14/1/2025)

Baca juga: 81,1 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan, BMKG: 3 Provinsi Masuk Kategori Awas



Melalui buku ini, dia mengajak publik melihat kesehatan sebagai sistem perlindungan kehidupan, sebuah sistem yang bekerja sebelum risiko muncul dan tetap hadir ketika tantangan datang. Buku ini lahir dari refleksi panjang atas pengalaman lapangan, dialog lintas disiplin, serta kebutuhan membangun sistem kesehatan yang tidak hanya tanggap, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan.

“Karena itu, buku ini mendorong kolaborasi penuh antara pemerintah, tenaga profesional, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat sebagai satu ekosistem kehidupan yang saling menguatkan,” tuturnya.

Dalam kerangka tersebut, kesehatan dipahami sebagai bahasa bersama kebangsaan, bahasa yang menyatukan berbagai peran dan latar belakang, karena semuanya berangkat dari satu kepentingan yang sama: kehidupan. Pendekatan ini diharapkan mampu menggeser cara pandang kolektif dari reaktif menjadi preventif, dari sektoral menjadi sistemik, serta dari jangka pendek menjadi lintas generasi.

Cashtry menekankan bahwa buku ini tidak ditulis untuk mengkritik, melainkan untuk mengajak semua pihak berjalan bersama. Keberhasilan buku ini, menurutnya, tidak diukur dari angka penjualan atau sorotan media, tetapi ketika gagasannya hidup menjadi rujukan pemikiran, memperkaya diskursus publik, dan memandu kolaborasi nyata dalam membangun ketahanan kesehatan nasional.

Sementara itu, Board of Advisors Prasasti Center for Policy Studies Burhanuddin Abdullah menilai buku ‘Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa’ Karya DR. Cashtry sarat makna, betapa pentingnya pembangunan kesehatan di Indonesia. Bukan hanya dari sisi kebijakan dan sistem, tetapi juga dari sisi kemanusiaan, dampak nyata pelayanan kesehatan terhadap kehidupan masyarakat.

“DR Cashtry menata ulang, mengungkapkan pikiran gagasan dan sejumlah inisiatif yang tenang atas realitas. Ini buku berbasis pengalaman lapangan, refleksi intelektual. Ini bukti otentik betapa pentingnya asta cita poin keempat. Buku ini layak dibaca oleh para pembuat kebijakan, akademisi, birokrat dan masyarakat pada umumnya,” ungkap Burhanuddin Abdullah.

Peluncuran buku "Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa" diharapkan menjadi kontribusi pemikiran penting bagi upaya mewujudkan ketahanan kesehatan nasional sebagai prasyarat menuju Indonesia Emas 2045 yang manusiawi, tangguh, dan berkelanjutan.

Hadir pemberi Testimoni buku, antara lain: Prof. Ilya Avianti, Fuad Bawazier, Prof Laode, Kolonel Kes Muhammad Ihsan, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, dan tokoh-tokoh nasional lainnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Rekomendasi
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Berita Terkini
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Infografis
3 Alasan Komodo hanya...
3 Alasan Komodo hanya Dapat Ditemukan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved