Din Syamsuddin: Kita Tak Boleh Menutup Mata pada Gejala Keretakan

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:03 WIB
loading...
Din Syamsuddin: Kita...
Ketua CDCC Din Syamsuddin mengatakan ada banyak gejala keretakan di depan mata yang bisa memecah belah bangsa. Foto/Annastasya
A A A
JAKARTA - Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) mengungkap pentingnya kerukunan dan kemajemukan masyarakat di tahun 2026 ini. Kerukunan ini ditekankan di tengah maraknya polemik sosial dan politik yang perlu diperhatikan memasuki tahun yang baru.

Ketua CDCC Din Syamsuddin mengatakan ada banyak gejala keretakan di depan mata yang bisa memecah belah bangsa. Ia mengajak masyarakat lebih peka dan peduli demi memertahankan kerukunan bangsa.

“Kita tidak boleh menutup mata dan telinga terhadap gejala retaknya kebersamaan, baik yang bersumber dari sentimen primordial SARA maupun perbedaan kepentingan sosial, ekonomi, dan politik. Perbedaan kepentingan ekonomi-politik ini juga kerap menjadi pemicu menguatnya konflik bernuansa primordial,” ungkap Din di Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Bonatua Fokus Teliti Dokumen Publik Gibran, Bukan Persoalan Personal



Din menyoroti seringnya terjadi perpecahan dan kericuhan yang tak jarang imbas dari masalah politik dan pemerintahan. Salah satunta fenomena ketidakpuasan sosial dan demonstrasi masyarakat yang terjadi pada Agustus dan awal September 2025.

Unjuk rasa di berbagai daerah terjadi karena kondisi dan masalah ketidakadilan ekonomi dan sosial secara luas, kecemasan kelas menengah dan tekanan ekonomi yang meluas di sektorinformal dan golongan bawah.

Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam atas gejala dan gelagat retaknya kerukunan bangsa Indonesia dan mengingatkan semua pihak, baik penyelenggara negara maupun organisasi-organisasi masyarakat dan partai-partai politik untuk mawas diri, melakukan muhasabah secara bersama-sama.

“Jika hal demikian terjadi, yakni perpecahan bernuansa primordial, maka konflik akan susah diatasi,” tambahnya.

CDCC mendukung dan mendorong dilakukannya perbaikan dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Dalam hal ini, Din turut meyakini dan menaruh harapan pada Presiden Prabowo Subianto, dapat melakukan langkah-langkah positif, konstruktif, dan strategis.

“Kami mendorong beliau melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan cita-cita nasional,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Bertemu JK, Din Syamsuddin...
Bertemu JK, Din Syamsuddin Berencana Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
Stafsus Menag Dialog...
Stafsus Menag Dialog dengan Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara, Jamin Hak Beribadah
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Berita Terkini
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved