3 WNI Terjebak di Pulau Dajjal saat Militer Arab Saudi Bombardir Yaman
Kamis, 08 Januari 2026 - 19:12 WIB
loading...
Pulau Socotra. Foto/Instagram @welcometosocotra
A
A
A
JAKARTA - Pengeboman militer Arab Saudi ke pelabuhan Mukalla, Yaman pada Selasa (30/12/2025) menyebabkan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) terjebak di Pulau Socotra. Ketiganya tidak bisa mengevakuasi diri sejak 3 Januari 2026.
"Ada tiga orang WNI yang mengalami kondisi stranded di Socotra Yaman pada tanggal 3 Januari lalu," kata Plt Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu Heni Hamidah dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (8/1/2025).
Ia menyebut ketiga WNI yang terjebak di Pulau Socotra atau lokasi yang sering disebut sebagai tempat persembunyian Dajjal lantaran bandara udara di Yaman diblokir oleh Arab Saudi.
Plt Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu Heni Hamidah. Foto/Danandaya
Baca juga: Arab Saudi Ungkap Detail Pengeboman di Yaman, Memaksa Pasukan UEA Mundur
"Para WNI ini tidak dapat keluar dari Socotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi," ujarnya.
Heni menjelaskan tiga WNI itu bisa masuk ke Pulau Socotra melalui jasa operator wisata Tour Socotra yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA). Untuk menangani kasus tersebut, Kemlu langsung berkoordinasi dengan KBRI di Muscat, Riyadh, hingga Abu Dhabi.
"Semua perwakilan (KBRI) sudah berkomunikasi dengan ketiga WNI tersebut dan memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka. Jadi berdasarkan pemantauan terakhir, bahkan tadi pagi kami masih berkomunikasi, seluruh WNI berada dalam keadaan baik, sehat, dan aman," sambungnya.
Ia menambahkan bahwa situasi penerbangan di Yaman telah dibuka sejak 7 Januari 2026. Namun pada penerbangan pertama, ketiga WNI tersebut belum berhasil dievakuasi meninggalkan Yaman.
"Rencananya pada hari ini nanti jam 1 siang dan juga besok ada penerbangan berikutnya ke Jeddah, dan perwakilan kita di Muscat maupun Abu Dhabi tengah mendorong agar ketiga WNI tersebut bisa ikut dalam penerbangan tersebut," pungkasnya.
"Ada tiga orang WNI yang mengalami kondisi stranded di Socotra Yaman pada tanggal 3 Januari lalu," kata Plt Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu Heni Hamidah dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (8/1/2025).
Ia menyebut ketiga WNI yang terjebak di Pulau Socotra atau lokasi yang sering disebut sebagai tempat persembunyian Dajjal lantaran bandara udara di Yaman diblokir oleh Arab Saudi.

Plt Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu Heni Hamidah. Foto/Danandaya
Baca juga: Arab Saudi Ungkap Detail Pengeboman di Yaman, Memaksa Pasukan UEA Mundur
"Para WNI ini tidak dapat keluar dari Socotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi," ujarnya.
Heni menjelaskan tiga WNI itu bisa masuk ke Pulau Socotra melalui jasa operator wisata Tour Socotra yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA). Untuk menangani kasus tersebut, Kemlu langsung berkoordinasi dengan KBRI di Muscat, Riyadh, hingga Abu Dhabi.
"Semua perwakilan (KBRI) sudah berkomunikasi dengan ketiga WNI tersebut dan memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka. Jadi berdasarkan pemantauan terakhir, bahkan tadi pagi kami masih berkomunikasi, seluruh WNI berada dalam keadaan baik, sehat, dan aman," sambungnya.
Ia menambahkan bahwa situasi penerbangan di Yaman telah dibuka sejak 7 Januari 2026. Namun pada penerbangan pertama, ketiga WNI tersebut belum berhasil dievakuasi meninggalkan Yaman.
"Rencananya pada hari ini nanti jam 1 siang dan juga besok ada penerbangan berikutnya ke Jeddah, dan perwakilan kita di Muscat maupun Abu Dhabi tengah mendorong agar ketiga WNI tersebut bisa ikut dalam penerbangan tersebut," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :