Densus 88 Ungkap Ciri Anak Terpapar Radikalisme

Kamis, 08 Januari 2026 - 13:34 WIB
loading...
Densus 88 Ungkap Ciri...
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengungkap ciri anak yang terpapar paham radikalisme. Cirinya mulai dari ketertarikan pada kekerasan hingga perilaku menutup diri. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri mengungkap ciri anak yang terpapar paham radikalisme . Cirinya mulai dari ketertarikan pada kekerasan hingga perilaku menutup diri.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengatakan, ciri pertama anak yang terpapar ekstremisme terlihat dari ketertarikan pada simbol atau nama pelaku kekerasan. "Salah satunya ditemukan gambar simbol nama pelaku kekerasan," ujar Mayndra dikutip, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Hadapi Intoleransi dan Radikalisme Online, Anak Perlu Dibekali Imunitas Digital

Anak yang terpapar juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya. Mereka lebih nyaman berada di komunitas online yang menampilkan konten kekerasan seperti grup True Crime Community.

Selain itu, anak yang terpapar paham ekstrem kerap meniru perilaku tokoh kekerasan yang dianggap idola. Berdasarkan kasus di SMAN 72 Jakarta, hal ini bisa dilihat dari replika senjata, gaya berpakaian, hingga postingan media sosial.

"Suka menirukan tokoh atau idola. Nah ini sudah terbukti, kita memiliki insiden pernah terjadi, insiden di SMAN 72 dan ABH yang melakukan tindakan tersebut, dari replika senjatanya, dari postingannya, dari gaya berpakaiannya," kata Mayndra.

Ciri lainnya, anak yang terpapar paham ekstrem menyukai konten kekerasan secara berlebihan dan ketergantungan pada handphone. Saat diperiksa, respons mereka bisa sangat emosional atau defensif.

"Dan yang terakhir, simbol-simbol yang tadi, simbol baik itu pistol, senjata api, replika, dan pisau yang identik dengan kekerasan," ujarnya.

Berdasarkan Densus 88, dari Januari 2025 hingga awal Januari 2026, tercatat 70 anak terpapar paham neo-Nazi dan White Supremacy. Wilayah terbanyak berada di Jakarta (15 anak), Jawa Barat (12 anak), dan Jawa Timur (11 anak). Rentang usia anak-anak ini 11 hingga 18 tahun, dengan mayoritas berusia 15 tahun, tepat di masa transisi dari SMP ke SMA.

Mayndra menekankan sebagian besar anak ini tidak menganut kekerasan secara penuh. Mereka menjadikan komunitas daring sebagai rumah kedua, tempat aspirasi mereka didengar. Namun, tanpa intervensi serius, pola ini bisa berkembang menjadi ancaman ekstremisme yang nyata.

“Jadi di sini mereka merasa memiliki rumah kedua karena di dalam komunitas ini aspirasi mereka bisa didengarkan oleh rekan-rekannya, bisa terjadi interaksi, dialog, dan saling memberikan rekomendasi atau masukan untuk menyelesaikan solusinya masing-masing tentunya dengan kekerasan,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Brigjen Pol dan 1...
2 Brigjen Pol dan 1 Kombes Pol Dapat Penugasan di Densus 88 Antiteror dalam Mutasi Polri Terbaru
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Tangkal Ekstremisme...
Tangkal Ekstremisme Berbasis Kekerasan dengan Konsep Sekolah Ramah dan Inklusif
Densus 88 Ungkap Puluhan...
Densus 88 Ungkap Puluhan Remaja Terpapar Konten Kekerasan Berujung Ekstremisme
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Siswa SMP Lempar Bom...
Siswa SMP Lempar Bom Molotov ke Sekolah di Kalbar, Densus 88: Terinspirasi Pelaku Kekerasan Luar Negeri
Pelajar SMP yang Lempar...
Pelajar SMP yang Lempar Molotov ke Sekolah Satu Komunitas dengan Siswa SMA 72 Jakarta
Rekomendasi
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved