Hadapi Intoleransi dan Radikalisme Online, Anak Perlu Dibekali Imunitas Digital

Kamis, 09 Oktober 2025 - 22:51 WIB
loading...
Hadapi Intoleransi dan...
Pengamat media sosial, Enda Nasution menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pelindung anak-anaknya dari aspek negatif dunia maya. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Terbukanya ruang digital bagi generasi muda untuk bertukar informasi tidak hanya memberikan manfaat, tapi juga menyimpan dampak negatif jika keliru menggunakannya. Misalnya saja, doktrin intoleransi, radikalisme, bahkan terorisme sudah menyebar di berbagai platform media sosial, bahkan games online. Hal ini sangat berbahaya, karena platform yang dipilih menyiratkan bahwa anak-anak dan remaja adalah sasaran empuk bagi jaringan terorisme.

Enda Nasution, pengamat media sosial yang juga dikenal dengan julukan "Bapak Blogger Indonesia", menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pelindung anak-anaknya dari aspek negatif dunia maya. Menurutnya, orang tua memiliki peranan penting dalam menjalankan fungsi preventif terhadap sebaran konten yang intoleran dan radikal, yang mungkin saja ditemukan oleh anak ketika mereka berselancar di internet.

"Narasi-narasi dengan muatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme dapat direduksi daya rusaknya apabila anak-anak kita sudah dilengkapi atau diberikan imunitas terlebih dulu. Dengan pemahaman kebangsaan dan toleransi yang aplikatif dan dapat dicerna oleh generasi muda, mereka tidak akan terinfeksi dengan narasi-narasi kebencian dan kekerasan," kata Enda di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Dirinya juga menekankan pentingnya orang tua menjalin komunikasi yang baik dengan anak, sehingga orang tua bisa mengawasi bagaimana anak menggunakan gadget-nya. Enda juga mengimbau agar orang tua bisa proaktif dalam mengadukan konten-konten yang bermuatan ujaran kebencian hingga kekerasan, pada kanal resmi Pemerintah demi mengurangi sebaran konten yang serupa.

Saat ini, sebaran propaganda radikalisme dan terorisme tidak hanya memanfaatkan media sosial, namun juga pada online games seperti Roblox dan semacamnya. Hal ini bukanlah tanpa sebab, jaringan radikal teror memang menargetkan anak-anak sebagai audiens utama mereka.

Kecenderungan anak-anak menelan informasi dengan mentah, kemudian diperparah oleh pengawasan orang tua yang minim ketika mereka menggunakan gawai, menjadi "lahan basah" bagi kelompok radikal untuk menyebarkan ideologinya.

Menurut Enda, sebenarnya cara untuk menangkal sebaran konten radikal cukup mudah. Orang tua hanya perlu memfasilitasi dan mendorong anak-anaknya untuk memperbanyak interaksi secara langsung dengan teman-teman mereka di dunia nyata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Media Sosial Kian Bising,...
Media Sosial Kian Bising, Ade Fitrie Kirana Minta Publik Bijak Berpendapat
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Rekomendasi
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Mengapa Penalti Spanyol...
Mengapa Penalti Spanyol Tetap Sah Meski Lamine Yamal Diduga Handball?
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Berita Terkini
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia...
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia usai Pelantikan oleh Kapolri Juli 2026, Ini Nama-namanya
Korban Penipuan Haji...
Korban Penipuan Haji Ilegal Capai 3.550 Orang, DPR Desak Kemenhaj Perkuat Pengawasan
Profil Irjen Totok Suharyanto,...
Profil Irjen Totok Suharyanto, Kakortastipidkor Polri yang Ungkap Megakorupsi Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Infografis
Hadapi Serangan Israel,...
Hadapi Serangan Israel, Iran dan Rusia Janji Saling Membantu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved