Densus 88 Ungkap Puluhan Remaja Terpapar Konten Kekerasan Berujung Ekstremisme
Rabu, 07 Januari 2026 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, penguatan kepada support system anak, orang-orang yang terdekat dengan anak, terutama yang berada di lingkungan satuan pendidikan. "Agar dapat melakukan upaya-upaya penguatan perlindungan anak di satuan pendidikan dengan penguatan penerapan Sekolah Ramah Anak atau keberadaan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan."
Selain itu, praktik perundungan yang menjadi salah satu penyebab anak terpapar konten kekerasan mesti menjadi atensi. "Maka juga perlu ada upaya-upaya penguatan kolaborasi dalam penindakan tegas dan pemberantasan praktik-praktik bullying yang ada di kalangan anak-anak," ujarnya.
Diketahui, Grup TCC di media sosial dibentuk dan diorganisir secara sporadis atau tanpa komando pihak tertentu. Densus 88 Polri mengindentifikasi grup yang berbasis di medsos ini mulai eksis sejak 2025. Mereka yang bergabung dalam grup atau komunitas daring ini lintas negara.
Muatan propaganda kekerasan dikemas dalam video pendek, animasi, meme, hingga musik yang membangkitkan semangat untuk menjadikan ideologi atau paham ekstremisme sebagai inspirasi. "Kondisi ini rentan bila bertemu dengan kondisi psikologis anak yang masih berada pada fase pencarian identitas, belum memiliki kemampuan berpikir kritis, serta memiliki kecenderungan mencari pengakuan," ujar Mayndra.
(zik)
Lihat Juga :