Densus 88 Ungkap Puluhan Remaja Terpapar Konten Kekerasan Berujung Ekstremisme

Rabu, 07 Januari 2026 - 20:02 WIB
loading...
Densus 88 Ungkap Puluhan...
Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan sebanyak 70 anak di 19 provinsi terindentifikasi terpapar konten kekerasan berujung ekstremisme akibat konten media sosial berjejaring global bernama True Crime Community (TCC). Foto/Rohman Wibowo
A A A
JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan sebanyak 70 anak di 19 provinsi terindentifikasi terpapar konten kekerasan berujung ekstremisme akibat konten media sosial berjejaring global bernama True Crime Community (TCC). Sebagian besar dari mereka kini sudah dilakukan pembinaan oleh kepolisian.

"Kurang lebih 67 orang sudah dilakukan asesmen, mapping, konseling, dan sebagainya dengan berbagai stakeholders yang ada di masing-masing wilayah," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu (7/1/2026).

Puluhan anak terpapar muatan kekerasan TCC ini berusia dari rentang usia 11 sampai 18 tahun atau usia transisi antara SMP ke SMA. Kepolisian mengindentifikasi anak terpapar konten TCC merupakan korban perundungan.

Baca Juga: Kapolda Metro Jaya: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Jarang Bergaul dan Tertarik Konten Kekerasan

Selain korban perundungan, Mayndra mengatakan, rata-rata anak yang terpapar konten TCC adalah mereka yang hidup dalam keluarga tidak harmonis atau telah bercerai. Selain itu, anak-anak yang tumbuh tanpa orang tua karena meninggal dunia.

Dalam kesempatan sama, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah, mengatakan bahwa pihaknya bakal mendorong agar ada upaya penguatan bagi anak. Dia menekankan titik masuknya adalah internal keluarga.

"Yang utama adalah kepada orang tua dan keluarga supaya bisa melakukan pengasuhan yang berkualitas yang berperspektif literasi digital," kata Margaret.



Kemudian, penguatan kepada support system anak, orang-orang yang terdekat dengan anak, terutama yang berada di lingkungan satuan pendidikan. "Agar dapat melakukan upaya-upaya penguatan perlindungan anak di satuan pendidikan dengan penguatan penerapan Sekolah Ramah Anak atau keberadaan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan."

Selain itu, praktik perundungan yang menjadi salah satu penyebab anak terpapar konten kekerasan mesti menjadi atensi. "Maka juga perlu ada upaya-upaya penguatan kolaborasi dalam penindakan tegas dan pemberantasan praktik-praktik bullying yang ada di kalangan anak-anak," ujarnya.

Diketahui, Grup TCC di media sosial dibentuk dan diorganisir secara sporadis atau tanpa komando pihak tertentu. Densus 88 Polri mengindentifikasi grup yang berbasis di medsos ini mulai eksis sejak 2025. Mereka yang bergabung dalam grup atau komunitas daring ini lintas negara.

Muatan propaganda kekerasan dikemas dalam video pendek, animasi, meme, hingga musik yang membangkitkan semangat untuk menjadikan ideologi atau paham ekstremisme sebagai inspirasi. "Kondisi ini rentan bila bertemu dengan kondisi psikologis anak yang masih berada pada fase pencarian identitas, belum memiliki kemampuan berpikir kritis, serta memiliki kecenderungan mencari pengakuan," ujar Mayndra.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
Rekomendasi
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Berita Terkini
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved