BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Akibat Siklon Tropis TC Iggy
Sabtu, 03 Januari 2026 - 23:47 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 3-6 Januari 2026. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 3-6 Januari 2026.
Siklon Tropis TC Iggy (15.2°LS, 109.5°BT) di Samudera Hindia selatan DIY-Jawa Tengah memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara hingga Timur dengan kecepatan angin berkisar 6 - 35 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 35 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Samudera Hindia barat Lampung dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat," tulis BMKG, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat 2–8 Januari 2026, Sejumlah Daerah Status Siaga
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudera Hindia barat Kep. Nias, Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudera Hindia selatan Bali, Samudera Hindia selatan NTT, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian timur.
Selat Makassar bagian tengah, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Seram, Samudera Pasifik utara Papua Barat, Laut Arafuru bagian utara, Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, Samudera Hindia selatan Jawa Timur.
Baca juga: BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Akhir dan Awal Tahun
Samudera Hindia selatan NTB, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar bagian utara, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Maluku, Laut Banda, Samudera Pasifik utara Papua, Laut Arafuru bagian timur.
Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia barat Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Lampung, Samudera Hindia selatan Jawa Barat, Samudera Pasifik utara Maluku, Laut Arafuru bagian tengah, Samudera Hindia barat Bengkulu.
Samudera Hindia selatan Banten, Laut Natuna Utara, Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya, Laut Arafuru bagian timur. Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan.
Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m).
Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.
Siklon Tropis TC Iggy (15.2°LS, 109.5°BT) di Samudera Hindia selatan DIY-Jawa Tengah memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara hingga Timur dengan kecepatan angin berkisar 6 - 35 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 35 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Samudera Hindia barat Lampung dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat," tulis BMKG, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat 2–8 Januari 2026, Sejumlah Daerah Status Siaga
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudera Hindia barat Kep. Nias, Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudera Hindia selatan Bali, Samudera Hindia selatan NTT, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian timur.
Selat Makassar bagian tengah, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Seram, Samudera Pasifik utara Papua Barat, Laut Arafuru bagian utara, Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, Samudera Hindia selatan Jawa Timur.
Baca juga: BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Akhir dan Awal Tahun
Samudera Hindia selatan NTB, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar bagian utara, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Maluku, Laut Banda, Samudera Pasifik utara Papua, Laut Arafuru bagian timur.
Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia barat Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Lampung, Samudera Hindia selatan Jawa Barat, Samudera Pasifik utara Maluku, Laut Arafuru bagian tengah, Samudera Hindia barat Bengkulu.
Samudera Hindia selatan Banten, Laut Natuna Utara, Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya, Laut Arafuru bagian timur. Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan.
Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m).
Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.
(cip)
Lihat Juga :