Mendagri Kirim 1.138 Praja IPDN Bantu Pemulihan di Aceh
Sabtu, 03 Januari 2026 - 12:42 WIB
loading...
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengirim Praja IPDN untuk pemulihan pascabencana Aceh saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (3/1/2026). Foto: Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengirim Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh Tamiang untuk membantu pemulihan pascabencana. Total sebanyak 1.138 Praja yang dikirimkan.
“Hari ini kloter pertama 413 orang, besok 414 orang, kemudian 179 orang di kloter ketiga, dan 132 orang sudah lebih dulu berada di lokasi sebagai tim advance," ujar Tito di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: KSAD Sebut Penanganan Bencana Sumatera Lebih Cepat dari Bencana Lain
Aceh Tamiang menjadi prioritas lantaran tingkat kerusakannya paling berat dibanding daerah lain yang terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Indikator pemulihan daerah yakni berjalannya pemerintahan dan pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dua indikator utama pemulihan itu pemerintahan berjalan normal dan ekonomi hidup kembali. Di Aceh Tamiang, dua minggu lalu dua-duanya belum berjalan optimal,” katanya.
Praja IPDN akan bertugas selama satu bulan dan membawa perlengkapan sendiri seperti sekop dan cangkul hingga logistik pribadi.
Mereka akan membersihkan kantor pemerintahan mendampingi ASN daerah yang terdampak serta membantu mengaktifkan kembali layanan publik.
“Yang kedua, membangkitkan desa-desa yang cukup banyak, lebih dari 200 di sana yang belum beroperasional. Dukcapil, layanan publik yang lain, itu harus dihidupkan,” ujar Tito.
Mantan Kapolri itu menambahkan penugasan merupakan bagian dari kurikulum IPDN dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang nantinya menjadi bagian dari penilaian akademik praja.
“Sehingga, ini akan memberikan pengalaman pribadi kepada mereka, yang mungkin praja lain nggak akan mengalami. Mereka berhadapan langsung dengan hal yang terjadi. Ini akan membawa pengalaman pribadi luar biasa dan kemudian juga masuk dalam kurikulum penilaian kepada mereka,” katanya.
“Hari ini kloter pertama 413 orang, besok 414 orang, kemudian 179 orang di kloter ketiga, dan 132 orang sudah lebih dulu berada di lokasi sebagai tim advance," ujar Tito di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: KSAD Sebut Penanganan Bencana Sumatera Lebih Cepat dari Bencana Lain
Aceh Tamiang menjadi prioritas lantaran tingkat kerusakannya paling berat dibanding daerah lain yang terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Indikator pemulihan daerah yakni berjalannya pemerintahan dan pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dua indikator utama pemulihan itu pemerintahan berjalan normal dan ekonomi hidup kembali. Di Aceh Tamiang, dua minggu lalu dua-duanya belum berjalan optimal,” katanya.
Praja IPDN akan bertugas selama satu bulan dan membawa perlengkapan sendiri seperti sekop dan cangkul hingga logistik pribadi.
Mereka akan membersihkan kantor pemerintahan mendampingi ASN daerah yang terdampak serta membantu mengaktifkan kembali layanan publik.
“Yang kedua, membangkitkan desa-desa yang cukup banyak, lebih dari 200 di sana yang belum beroperasional. Dukcapil, layanan publik yang lain, itu harus dihidupkan,” ujar Tito.
Mantan Kapolri itu menambahkan penugasan merupakan bagian dari kurikulum IPDN dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang nantinya menjadi bagian dari penilaian akademik praja.
“Sehingga, ini akan memberikan pengalaman pribadi kepada mereka, yang mungkin praja lain nggak akan mengalami. Mereka berhadapan langsung dengan hal yang terjadi. Ini akan membawa pengalaman pribadi luar biasa dan kemudian juga masuk dalam kurikulum penilaian kepada mereka,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :