Bertahan Hidup dalam Budaya Penghakiman

Jum'at, 02 Januari 2026 - 19:35 WIB
loading...
A A A
Di balik layar gawai dan tajuk berita, tragedi itu kerap berlalu begitu saja, ditelan arus isu baru. Sementara itu, keluarga dan orang-orang terdekat harus menanggung luka yang panjang, bahkan seumur hidup.

Ironisnya, tragedi semacam ini sering kali tidak cukup membuat kita bercermin. Kita berduka sebentar, lalu kembali pada pola yang sama: memburu kesalahan berikutnya, menguliti aib berikutnya, seolah-olah kematian adalah harga yang wajar dari sebuah kegagalan moral.

Padahal, bunuh diri bukanlah bentuk pertanggungjawaban, melainkan tanda bahwa seseorang telah kehilangan harapan dan merasa tidak lagi memiliki tempat di dunia ini.

Di titik inilah kita perlu jujur bertanya: apakah budaya penghakiman kolektif kita turut menyumbang pada keputusasaan itu?

Ketika kesalahan seseorang diadili beramai-ramai tanpa batas, ketika masa lalu terus diungkit tanpa memberi ruang perubahan, ketika seseorang direduksi hanya menjadi satu peristiwa kelam—apakah kita sedang menegakkan keadilan, atau justru sedang menyingkirkan kemanusiaan?

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membenarkan kesalahan. Tanggung jawab tetap harus ditegakkan, dan pelanggaran tidak boleh dinormalisasi. Namun, ada perbedaan mendasar antara menuntut pertanggungjawaban dan menghabisi harapan. Aib semestinya menjadi ruang refleksi, bukan hukuman sosial seumur hidup.

Banyak kejatuhan bermula ketika manusia tergoda oleh hal-hal duniawi: kekuasaan, uang, pujian, dan kenikmatan sesaat. Godaan itu sering datang dengan wajah yang halus dan masuk akal. Ketika kewaspadaan moral melemah, batas pun perlahan bergeser.

Yang semula terasa salah, lama-lama dianggap wajar, hingga akhirnya kesalahan dipelihara dalam diam.

Karena itu, menghadapi hidup ini dibutuhkan kesabaran dan sikap berserah pada nilai-nilai kebenaran. Sabar untuk menahan diri dari jalan pintas yang menjanjikan keuntungan cepat. Sabar untuk tetap jujur ketika peluang berbuat curang terbuka lebar. Sabar untuk setia pada nurani, meski godaan tampak lebih menjanjikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Media Sosial Kian Bising,...
Media Sosial Kian Bising, Ade Fitrie Kirana Minta Publik Bijak Berpendapat
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Rekomendasi
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
Berita Terkini
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
KPK Sita Uang-Perhiasan...
KPK Sita Uang-Perhiasan usai Geledah Rumah Dinas Bupati dan Kantor Dinas Kabupaten Sukoharjo
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved