Salim A Fillah: Tolong Datang dan Kembali ke Aceh, Bencana Ini Belum Selesai
Kamis, 01 Januari 2026 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi di Aceh Utara kayaknya, kayak mana saya rasa, apa enggak tahu ada banjir? Karena gini masalah, di Aceh Utara 27 kecamatan yang terdampak 25 kecamatan," ucapnya.
Ismail mengatakan, dampak banjir di Aceh Utara tak terekspose lantaran masih minimnya jaringan telekomunikasi. "Kami sinyal tidak ada, Telkom mati, makanya tidak viral. Mungkin viralnya di Bireuen karena putus jembatan. Mungkin viralnya di Tamiang karena kota. Tapi di Aceh Utara dari 27 kecamatan, 25 kecamatan terdampak dan sinyal HP mati. Kami bisa melihat saja bagaimana rumah hanyut, kemudian bagaimana sarana ibadah hanyut, kemudian manusianya hanyut dibawa arus. Kami hanya bisa melihat di atap-atap menasah. Tapi kami tidak bisa memviralkan."
Bahkan, Ismail mengaku sempat menangis memohon kirim bantuan ke wilayah terisolasi di Aceh Utara. Ia pun mengucapkan terima kasih lantaran pimpinan Komisi V DPR RI dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani telah meninjau ke wilayah terdampak.
"Maka saya bilang bencana di Aceh Utara lebih daripada tsunami karena dari hulu sampai ke hilir. Rumah masyarakat semua hanyut. Kemudian juga di hilir, kampung-kampung semua dibuat muara-muara baru. Satu gampong itu lima muara baru, tujuh muara baru, semua rumah tidak ada lagi. Tapi pusat kayaknya tutup mata, akibat kami tidak ada sinyal HP dan mati lampu, makanya tidak viral. Mungkin itu alasan tidak hadir," pungkasnya.
Ismail mengatakan, dampak banjir di Aceh Utara tak terekspose lantaran masih minimnya jaringan telekomunikasi. "Kami sinyal tidak ada, Telkom mati, makanya tidak viral. Mungkin viralnya di Bireuen karena putus jembatan. Mungkin viralnya di Tamiang karena kota. Tapi di Aceh Utara dari 27 kecamatan, 25 kecamatan terdampak dan sinyal HP mati. Kami bisa melihat saja bagaimana rumah hanyut, kemudian bagaimana sarana ibadah hanyut, kemudian manusianya hanyut dibawa arus. Kami hanya bisa melihat di atap-atap menasah. Tapi kami tidak bisa memviralkan."
Bahkan, Ismail mengaku sempat menangis memohon kirim bantuan ke wilayah terisolasi di Aceh Utara. Ia pun mengucapkan terima kasih lantaran pimpinan Komisi V DPR RI dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani telah meninjau ke wilayah terdampak.
"Maka saya bilang bencana di Aceh Utara lebih daripada tsunami karena dari hulu sampai ke hilir. Rumah masyarakat semua hanyut. Kemudian juga di hilir, kampung-kampung semua dibuat muara-muara baru. Satu gampong itu lima muara baru, tujuh muara baru, semua rumah tidak ada lagi. Tapi pusat kayaknya tutup mata, akibat kami tidak ada sinyal HP dan mati lampu, makanya tidak viral. Mungkin itu alasan tidak hadir," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :