Salim A Fillah: Tolong Datang dan Kembali ke Aceh, Bencana Ini Belum Selesai
Kamis, 01 Januari 2026 - 11:35 WIB
loading...
Pendakwah yang juga penulis buku Ustaz Salim A Fillah meminta agar perhatian kepada Aceh tetap diberikan. Menurutnya, Aceh masih membutuhkan bantuan pascabencana banjir dan longsor. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Pendakwah yang juga penulis buku Ustaz Salim A Fillah meminta agar perhatian kepada Aceh tetap diberikan. Menurutnya, Aceh masih membutuhkan bantuan pascabencana banjir dan longsor lebih dari sebulan lalu.
Melalui akun X, Salim A Fillah mengunggah beberapa foto saat dirinya berkunjung ke Aceh . Dia tampak sedang menyeberangi sungai dengan naik alat angkut yang menggunakan sling. "Semuanya, tolong datang dan kembali ke Aceh. Bencana ini belum selesai," demikian tulisan di foto tersebut.
Dia juga mengatakan sengaja kembali Aceh setelah menerima laporan dari timnya bahwa berita tentang Aceh akan redup di saat masyarakat Aceh masih membutuhkan bantuan. Dia pun menjadwalkan ulang beberapa agenda lainnya demi kembali ke Aceh.
Baca Juga: FKMPI Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Lubuk Tempurung Kota Padang
Menurutnya, jembatan sling yang dibuat timnya dan digunakan untuk beralih dari satu lokasi ke lokasi lainnya sangat berguna bagi masyarakat. Dia pun menjajalnya untuk memastikan keamanan jembatan tersebut.
Dia mengatakan, kondisi tersebut hanya ada di satu kecamatan. Di daerah lainnya, kondisinya lebih ekstrem. "Jadi tolong, jangan biarkan Aceh berjuang sendirian."
Hal itu diungkapkan Ismail saat Rakor DPR RI bersama Satgas Pemulihan Pascabencana dengan K/L dan Kepala Daerah terdampak, Selasa (30/12/2025). "Maaf Bupati Tamiang dan Bupati Pidie Jaya. Mungkin di Aceh Utara selama ini, Pak Presiden selalu ke Tamiang dan ke Takengon, Aceh Tengah, dan juga hadir di Pidie Jaya, termasuk Pak Wakil Presiden," tutur Ismail.
Baca Juga: Malam Tahun Baru di Tapsel, Prabowo Tegaskan Tidak akan Tinggalkan Rakyat Tertimpa Musibah
Merespons itu, Wakil ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin rapat menyampaikan, pihaknya telah mengundang Presiden Prabowo untuk meninjau Aceh Utara. "Lagi kita undang," tutur Dasco.
Namun, Ismail tetap mempertanyakan Presiden Prabowo yang tak berkunjung ke wilayahnya. Padahal, mayoritas kecamatan di Aceh Utara terdampak banjir beberapa waktu lalu.
"Tapi di Aceh Utara kayaknya, kayak mana saya rasa, apa enggak tahu ada banjir? Karena gini masalah, di Aceh Utara 27 kecamatan yang terdampak 25 kecamatan," ucapnya.
Ismail mengatakan, dampak banjir di Aceh Utara tak terekspose lantaran masih minimnya jaringan telekomunikasi. "Kami sinyal tidak ada, Telkom mati, makanya tidak viral. Mungkin viralnya di Bireuen karena putus jembatan. Mungkin viralnya di Tamiang karena kota. Tapi di Aceh Utara dari 27 kecamatan, 25 kecamatan terdampak dan sinyal HP mati. Kami bisa melihat saja bagaimana rumah hanyut, kemudian bagaimana sarana ibadah hanyut, kemudian manusianya hanyut dibawa arus. Kami hanya bisa melihat di atap-atap menasah. Tapi kami tidak bisa memviralkan."
Bahkan, Ismail mengaku sempat menangis memohon kirim bantuan ke wilayah terisolasi di Aceh Utara. Ia pun mengucapkan terima kasih lantaran pimpinan Komisi V DPR RI dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani telah meninjau ke wilayah terdampak.
"Maka saya bilang bencana di Aceh Utara lebih daripada tsunami karena dari hulu sampai ke hilir. Rumah masyarakat semua hanyut. Kemudian juga di hilir, kampung-kampung semua dibuat muara-muara baru. Satu gampong itu lima muara baru, tujuh muara baru, semua rumah tidak ada lagi. Tapi pusat kayaknya tutup mata, akibat kami tidak ada sinyal HP dan mati lampu, makanya tidak viral. Mungkin itu alasan tidak hadir," pungkasnya.
Melalui akun X, Salim A Fillah mengunggah beberapa foto saat dirinya berkunjung ke Aceh . Dia tampak sedang menyeberangi sungai dengan naik alat angkut yang menggunakan sling. "Semuanya, tolong datang dan kembali ke Aceh. Bencana ini belum selesai," demikian tulisan di foto tersebut.
Dia juga mengatakan sengaja kembali Aceh setelah menerima laporan dari timnya bahwa berita tentang Aceh akan redup di saat masyarakat Aceh masih membutuhkan bantuan. Dia pun menjadwalkan ulang beberapa agenda lainnya demi kembali ke Aceh.
Baca Juga: FKMPI Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Lubuk Tempurung Kota Padang
Menurutnya, jembatan sling yang dibuat timnya dan digunakan untuk beralih dari satu lokasi ke lokasi lainnya sangat berguna bagi masyarakat. Dia pun menjajalnya untuk memastikan keamanan jembatan tersebut.
Dia mengatakan, kondisi tersebut hanya ada di satu kecamatan. Di daerah lainnya, kondisinya lebih ekstrem. "Jadi tolong, jangan biarkan Aceh berjuang sendirian."
Curahat Hati Bupati Aceh Utara
Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum pernah mengunjungi wilayahnya untuk meninjau banjir. Padahal, mayoritas kecamatan di Aceh Utara terdampak banjir beberapa waktu lalu.Hal itu diungkapkan Ismail saat Rakor DPR RI bersama Satgas Pemulihan Pascabencana dengan K/L dan Kepala Daerah terdampak, Selasa (30/12/2025). "Maaf Bupati Tamiang dan Bupati Pidie Jaya. Mungkin di Aceh Utara selama ini, Pak Presiden selalu ke Tamiang dan ke Takengon, Aceh Tengah, dan juga hadir di Pidie Jaya, termasuk Pak Wakil Presiden," tutur Ismail.
Baca Juga: Malam Tahun Baru di Tapsel, Prabowo Tegaskan Tidak akan Tinggalkan Rakyat Tertimpa Musibah
Merespons itu, Wakil ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin rapat menyampaikan, pihaknya telah mengundang Presiden Prabowo untuk meninjau Aceh Utara. "Lagi kita undang," tutur Dasco.
Namun, Ismail tetap mempertanyakan Presiden Prabowo yang tak berkunjung ke wilayahnya. Padahal, mayoritas kecamatan di Aceh Utara terdampak banjir beberapa waktu lalu.
"Tapi di Aceh Utara kayaknya, kayak mana saya rasa, apa enggak tahu ada banjir? Karena gini masalah, di Aceh Utara 27 kecamatan yang terdampak 25 kecamatan," ucapnya.
Ismail mengatakan, dampak banjir di Aceh Utara tak terekspose lantaran masih minimnya jaringan telekomunikasi. "Kami sinyal tidak ada, Telkom mati, makanya tidak viral. Mungkin viralnya di Bireuen karena putus jembatan. Mungkin viralnya di Tamiang karena kota. Tapi di Aceh Utara dari 27 kecamatan, 25 kecamatan terdampak dan sinyal HP mati. Kami bisa melihat saja bagaimana rumah hanyut, kemudian bagaimana sarana ibadah hanyut, kemudian manusianya hanyut dibawa arus. Kami hanya bisa melihat di atap-atap menasah. Tapi kami tidak bisa memviralkan."
Bahkan, Ismail mengaku sempat menangis memohon kirim bantuan ke wilayah terisolasi di Aceh Utara. Ia pun mengucapkan terima kasih lantaran pimpinan Komisi V DPR RI dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani telah meninjau ke wilayah terdampak.
"Maka saya bilang bencana di Aceh Utara lebih daripada tsunami karena dari hulu sampai ke hilir. Rumah masyarakat semua hanyut. Kemudian juga di hilir, kampung-kampung semua dibuat muara-muara baru. Satu gampong itu lima muara baru, tujuh muara baru, semua rumah tidak ada lagi. Tapi pusat kayaknya tutup mata, akibat kami tidak ada sinyal HP dan mati lampu, makanya tidak viral. Mungkin itu alasan tidak hadir," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :