Apresiasi Refleksi Akhir Tahun Polri, LMND: Kapolri Ingin Polisi Dekat dengan Rakyat
Rabu, 31 Desember 2025 - 14:48 WIB
loading...
LMND mengapresiasi refleksi akhir tahun 2025 yang disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mengapresiasi refleksi akhir tahun 2025 yang disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri. Refleksi tersebut menggambarkan upaya nyata Polri untuk lebih dekat dengan rakyat dan hadir dalam setiap nadi kehidupan masyarakat Indonesia.
“Kami melihat Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo berupaya tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga hadir dalam keseharian masyarakat dari penanganan bencana, menjaga keamanan ekonomi, hingga membantu kelancaran kegiatan sosial,” kata Ketua Umum LMND, Claudion Kanigia Sare, Rabu (31/12/2025).
Menurut Claudion, berbagai langkah Polri selama 2025 mulai dari keterlibatan langsung dalam penanggulangan bencana di Sumatera hingga peningkatan kepercayaan publik berdasarkan Gallup Global Safety Report 2025 menunjukkan pendekatan yang semakin humanis dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Baca juga: Jelang Akhir 2025, Kapolri Minta Maaf dan Komitmen Lakukan Perbaikan
Selain itu, LMND juga menyoroti fokus Polri dalam empat jenis kejahatan utama yang menjadi perhatian sepanjang 2025, yakni judi online, tindak pidana narkotika, tindak pidana korupsi, serta kejahatan siber dan ekonomi lainnya. Claudion menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam melindungi masyarakat dari kejahatan yang berdampak langsung terhadap moralitas, ekonomi, dan kepercayaan publik.
“Fokus Polri pada pemberantasan judi online, narkotika, dan korupsi merupakan langkah penting untuk menjaga moral bangsa,” ujarnya.
Baca juga: 25 Mayjen TNI Dimutasi Jelang Akhir 2025, Ini Daftar Lengkapnya
Dia juga menilai, pendekatan Polri yang tidak hanya menindak pelaku tetapi juga melakukan edukasi dan pencegahan di tingkat masyarakat menjadi langkah positif untuk membangun kesadaran hukum bersama.
“Polri telah menunjukkan bahwa keamanan bukan sekadar urusan hukum dan ketertiban, tapi juga soal empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat,” ungkap Claudion.
Namun, LMND menegaskan pentingnya agar semangat kedekatan dengan rakyat benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan pelayanan yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
“Polri harus memastikan kehadiran di tengah rakyat berarti keberpihakan yang nyata membela yang lemah, melindungi yang terpinggirkan, dan menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu,” tegas Claudion.
Claudion berharap Polri dapat terus menjadi lembaga yang menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat demokrasi dan solidaritas sosial di tengah tantangan global yang semakin kompleks. “Kami percaya, Polri yang dekat dengan rakyat adalah fondasi kuat bagi Indonesia yang aman dan berkeadilan,” ucapnya.
“Kami melihat Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo berupaya tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga hadir dalam keseharian masyarakat dari penanganan bencana, menjaga keamanan ekonomi, hingga membantu kelancaran kegiatan sosial,” kata Ketua Umum LMND, Claudion Kanigia Sare, Rabu (31/12/2025).
Menurut Claudion, berbagai langkah Polri selama 2025 mulai dari keterlibatan langsung dalam penanggulangan bencana di Sumatera hingga peningkatan kepercayaan publik berdasarkan Gallup Global Safety Report 2025 menunjukkan pendekatan yang semakin humanis dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Baca juga: Jelang Akhir 2025, Kapolri Minta Maaf dan Komitmen Lakukan Perbaikan
Selain itu, LMND juga menyoroti fokus Polri dalam empat jenis kejahatan utama yang menjadi perhatian sepanjang 2025, yakni judi online, tindak pidana narkotika, tindak pidana korupsi, serta kejahatan siber dan ekonomi lainnya. Claudion menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam melindungi masyarakat dari kejahatan yang berdampak langsung terhadap moralitas, ekonomi, dan kepercayaan publik.
“Fokus Polri pada pemberantasan judi online, narkotika, dan korupsi merupakan langkah penting untuk menjaga moral bangsa,” ujarnya.
Baca juga: 25 Mayjen TNI Dimutasi Jelang Akhir 2025, Ini Daftar Lengkapnya
Dia juga menilai, pendekatan Polri yang tidak hanya menindak pelaku tetapi juga melakukan edukasi dan pencegahan di tingkat masyarakat menjadi langkah positif untuk membangun kesadaran hukum bersama.
“Polri telah menunjukkan bahwa keamanan bukan sekadar urusan hukum dan ketertiban, tapi juga soal empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat,” ungkap Claudion.
Namun, LMND menegaskan pentingnya agar semangat kedekatan dengan rakyat benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan pelayanan yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
“Polri harus memastikan kehadiran di tengah rakyat berarti keberpihakan yang nyata membela yang lemah, melindungi yang terpinggirkan, dan menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu,” tegas Claudion.
Claudion berharap Polri dapat terus menjadi lembaga yang menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat demokrasi dan solidaritas sosial di tengah tantangan global yang semakin kompleks. “Kami percaya, Polri yang dekat dengan rakyat adalah fondasi kuat bagi Indonesia yang aman dan berkeadilan,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :