Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Tulang Punggung Pencapaian FOLU Net Sink 2030
Senin, 29 Desember 2025 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
“Ini bukan sekadar komitmen negara. Konsistensi implementasi di tingkat nasional dan subnasional menjadi kunci, karena gangguan seperti kebakaran dan degradasi hutan dapat memengaruhi pencapaian target,” ujarnya.
Dalam konteks implementasi, Agus menekankan pentingnya SFM yang telah menjadi prinsip dasar kehutanan Indonesia sejak dekade 1970-an melalui tata guna hutan kesepakatan dan perencanaan tata ruang. Klasifikasi hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi ditetapkan berdasarkan kriteria ilmiah seperti curah hujan, kelerengan, dan erodibilitas tanah.
“Konsep pengelolaan hutan berkelanjutan sudah disusun lama. Tantangannya adalah memastikan konsep tersebut diterapkan secara konsisten di lapangan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekjen Asosiasi Penggiat Karbon Bisnis Berkelanjutan (Atkarbonist) Diah Suradiredja mengatakan, FOLU Net Sink 2030 berfungsi sebagai kompas kebijakan nasional bagi dunia usaha dan pasar karbon. Menurutnya, pasar karbon sangat sensitif terhadap kepastian arah kebijakan dan tata kelola yang kredibel.
“FOLU Net Sink 2030 memberi sinyal kuat bahwa Indonesia menempatkan hutan dan lahan sebagai solusi iklim nasional. Ini penting bagi dunia usaha karena pasar karbon dibangun atas dasar kepercayaan dan kepastian kebijakan,” katanya.
Dalam konteks implementasi, Agus menekankan pentingnya SFM yang telah menjadi prinsip dasar kehutanan Indonesia sejak dekade 1970-an melalui tata guna hutan kesepakatan dan perencanaan tata ruang. Klasifikasi hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi ditetapkan berdasarkan kriteria ilmiah seperti curah hujan, kelerengan, dan erodibilitas tanah.
“Konsep pengelolaan hutan berkelanjutan sudah disusun lama. Tantangannya adalah memastikan konsep tersebut diterapkan secara konsisten di lapangan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekjen Asosiasi Penggiat Karbon Bisnis Berkelanjutan (Atkarbonist) Diah Suradiredja mengatakan, FOLU Net Sink 2030 berfungsi sebagai kompas kebijakan nasional bagi dunia usaha dan pasar karbon. Menurutnya, pasar karbon sangat sensitif terhadap kepastian arah kebijakan dan tata kelola yang kredibel.
“FOLU Net Sink 2030 memberi sinyal kuat bahwa Indonesia menempatkan hutan dan lahan sebagai solusi iklim nasional. Ini penting bagi dunia usaha karena pasar karbon dibangun atas dasar kepercayaan dan kepastian kebijakan,” katanya.
Lihat Juga :