Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Tulang Punggung Pencapaian FOLU Net Sink 2030
Senin, 29 Desember 2025 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan pasar karbon tidak semata-mata mekanisme jual-beli, melainkan instrumen pembiayaan alternatif untuk menjembatani keterbatasan anggaran publik, terutama dalam pembiayaan restorasi hutan, pengelolaan hutan lestari, dan perlindungan ekosistem di tingkat tapak. Diah menegaskan peran masyarakat menjadi krusial karena aksi nyata pengurangan emisi berlangsung di lapangan.
Menurutnya, dana kompensasi karbon pada akhirnya diarahkan untuk mendukung upaya masyarakat dalam menjaga hutan dari tekanan kerusakan, kebakaran, dan degradasi. “Pasar karbon adalah dana kompensasi. Peran masyarakat di tingkat tapak sangat menentukan nilai tambahan (additionality) dari upaya pengurangan emisi,” ujarnya. Baca juga: Kemenhut Hentikan Pemanfaatan dan Pengangkutan Kayu di Sumatera
Terkait tata kelola, Diah menyoroti pentingnya transparansi dan kredibilitas data. Ia menyebut kepercayaan investor global ditentukan oleh metodologi yang sahih, sistem monitoring, reporting, and verification (MRV) yang kuat, serta kepastian regulasi.
“Pasar karbon tidak mentolerir data yang abu-abu. Transparansi menjadi fondasi utama agar sistem ini kredibel di mata publik dan global,” terangnya.
Diskusi tersebut menegaskan bahwa FOLU Net Sink 2030 bukan sekadar target teknis, melainkan refleksi arah pembangunan Indonesia yang berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab global.
Menurutnya, dana kompensasi karbon pada akhirnya diarahkan untuk mendukung upaya masyarakat dalam menjaga hutan dari tekanan kerusakan, kebakaran, dan degradasi. “Pasar karbon adalah dana kompensasi. Peran masyarakat di tingkat tapak sangat menentukan nilai tambahan (additionality) dari upaya pengurangan emisi,” ujarnya. Baca juga: Kemenhut Hentikan Pemanfaatan dan Pengangkutan Kayu di Sumatera
Terkait tata kelola, Diah menyoroti pentingnya transparansi dan kredibilitas data. Ia menyebut kepercayaan investor global ditentukan oleh metodologi yang sahih, sistem monitoring, reporting, and verification (MRV) yang kuat, serta kepastian regulasi.
“Pasar karbon tidak mentolerir data yang abu-abu. Transparansi menjadi fondasi utama agar sistem ini kredibel di mata publik dan global,” terangnya.
Diskusi tersebut menegaskan bahwa FOLU Net Sink 2030 bukan sekadar target teknis, melainkan refleksi arah pembangunan Indonesia yang berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab global.
(poe)
Lihat Juga :