Orang Terkaya Indonesia Persoalkan PSBB, Anis: Nyawa Warga Lebih Berharga

Rabu, 16 September 2020 - 10:53 WIB
loading...
Orang Terkaya Indonesia...
Mural bertema Covid-19 di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2020). Jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air terus meningkat. Saat ini sudah lebih dari 200 ribu kasus. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Langkah bos Grup Djarum Budi Hartono yang mengirim surat ke Presiden Jokowi yang mempertanyakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta menarik perhatian Anis Byarwati.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat bicara mengenai sikap orang terkaya di Indonesia tersebut.

Anis berpendapat, seorang pemimpin harus menghargai setiap masukan. Namun tidak semua masukan harus diterima. Itu sebabnya pemimpin harus punya kedalaman pengetahuan, juga harus punya data yang akurat untuk mengambil keputusan.

Dengan kedalaman pengetahuan dan data yang akurat, pemimpin bisa mengambil keputusan tepat. “Bukan pemimpin namanya kalau sedikit ada masukan terus berubah,” ucapnya memberi penekanan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2020).(Baca juga: Tidak Setuju PSBB, Orang Terkaya Indonesia Surati Presiden Jokowi )
Anis mengakui aksi yang dilakukan bos Djarum itu merupakan haknya sebagai warga negara. Anis mengajak masyarakat untuk menunggu bagaimana sikap yang akan diambil Presiden Jokowi.

Menurut Anis, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tentang PSBB itu justru sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Selasa (7/9/2020).(Baca juga: Viral Antrean Ambulans di RSD Wisma Atlet, Ini Penjelasannya )

Saat itu, Presiden Jokowi menegaskan kunci dari ekonomi agar tetap baik adalah kesehatan yang baik sehingga fokus penanganan Covid-19 adalah masalah kesehatan.

“Mestinya kita mendukung kebijakan yang diambil Gubernur DKI Jakarta karena sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Apalagi Jakarta adalah ibukota yang merupakan barometer nasional,” kata Anis.

Adapun mengenai dengan pengaruh PSBB pada roda perekonomian, Anis menegaskan bahwa kebijakan PSBB itu dipastikan akan memengaruhi roda perekonomian Ibu Kota. “Namun, dalam pertimbangan saya, nilai nyawa warga jauh lebih berharga,” katanya.

Dia mengatakan, ekonomi bisa dipulihkan, namun orang mati tidak bisa dihidupkan. “Tidak ada ekonomi jika tidak ada orang,” sambungnya. (Baca juga: Saran IDI Hindari Penularan Covid-19 di Moda Transportasi Massal)

Anis menilai jika aspek kesehatan dalam menangani Covid-19 dapat dilaksanakan dengan baik, masalah ekonomi akan ikut membaik. Anis memandang saat ini semestinya semua pihak mau bergandengan tangan dalam menghadapi Covid-19 untuk menyelamatkan nyawa rakyat.

“Kita harus bersatu dan mengesampingkan ego sektoral dalam menghadapi masalah bangsa ini,” tegasnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved