Sikapi Bencana di Sejumlah Daerah, PBNU Gelar Doa untuk Negeri
Kamis, 25 Desember 2025 - 21:38 WIB
loading...
Gus Miftah dan Ipang Wahid menggagas acara bertajuk Doa untuk Negeri di Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (26/12/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) untuk menggelar acara bertajuk Doa untuk Negeri di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (26/12/2025). Doa untuk Negeri digagas KH Miftah Maulana Habiburrahman ( Gus Miftah ) dan Irfan Asy'ari Sudirman Wahid (Ipang Wahid).
Ipang Wahid mengatakan, Doa untuk Negeri merupakan ikhtiar batin sekaligus bentuk kepedulian PBNU terhadap para korban bencana alam di berbagai daerah. Menurutnya, musibah yang terjadi menjadi pengingat pentingnya solidaritas, empati, dan gotong royong seluruh elemen bangsa. Baca juga: Update Korban Banjir Sumatera: 1.135 Orang Meninggal Dunia
“Doa untuk negeri ini kami niatkan sebagai ungkapan duka sekaligus harapan agar para korban diberi kekuatan, para relawan dilindungi, dan persatuan bangsa Indonesia tetap terjaga di tengah berbagai bencana,” katanya.
Doa untuk Negeri bakal dihadiri para masyayikh, romo kyai, dan sejumlah pengurus PBNU. Bahkan, dua pengurus PBNU yang kini sedang dalam perbedaan “pandangan” terkait kepengurusan PBNU juga dijadwalkan hadir. Yakni, Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Ipang Wahid mengatakan, pimpinan Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) juga bakal dating. Ikut memanjatkan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan mendoakan para korban bencana alam di berbagai daerah.
Sejumlah pengurus PBNU lainnya juga ikut hadir. Mereka yakni Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Tokoh-tokoh NU lain pun dijadwalkan datang. Antara lain Habib Zaidan dan KH Imam Jazuli.
Meski dihadiri dua kubu yang sedang berseberangan, Ipang Wahid menegaskan Doa untuk Negeri tidak berkaitan dengan konflik tersebut. “Ini doa bersama tidak ada hubungannya dengan dinamika organisasi yg sedang terjadi. Ini murni gerakan moral untuk mendoakan banyaknya bencana yang sedang terjadi,” tandasnya.
Ipang Wahid menambahkan, PBNU juga terus mendorong langkah-langkah kemanusiaan secara konkret melalui jaringan NU di daerah terdampak, Baik dalam bentuk bantuan logistik, layanan kesehatan, maupun pendampingan bagi warga terdampak bencana. Baca juga: Kesepakatan Rapat Konsultasi Syuriyah-Mustasyar PBNU di Lirboyo: Muktamar Ke-35 Digelar Secepatnya
Selain doa bersama, acara tersebut juga akan diisi dengan pembacaan tahlil, istigasah, serta tausiyah kebangsaan yang menekankan pentingnya persatuan dan kepedulian sosial di tengah situasi kebencanaan. PBNU berharap momentum Doa untuk Negeri dapat menjadi penguat batin bagi masyarakat sekaligus mempererat ukhuwah di antara sesama anak bangsa.
Ipang Wahid mengatakan, Doa untuk Negeri merupakan ikhtiar batin sekaligus bentuk kepedulian PBNU terhadap para korban bencana alam di berbagai daerah. Menurutnya, musibah yang terjadi menjadi pengingat pentingnya solidaritas, empati, dan gotong royong seluruh elemen bangsa. Baca juga: Update Korban Banjir Sumatera: 1.135 Orang Meninggal Dunia
“Doa untuk negeri ini kami niatkan sebagai ungkapan duka sekaligus harapan agar para korban diberi kekuatan, para relawan dilindungi, dan persatuan bangsa Indonesia tetap terjaga di tengah berbagai bencana,” katanya.
Doa untuk Negeri bakal dihadiri para masyayikh, romo kyai, dan sejumlah pengurus PBNU. Bahkan, dua pengurus PBNU yang kini sedang dalam perbedaan “pandangan” terkait kepengurusan PBNU juga dijadwalkan hadir. Yakni, Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Ipang Wahid mengatakan, pimpinan Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) juga bakal dating. Ikut memanjatkan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan mendoakan para korban bencana alam di berbagai daerah.
Sejumlah pengurus PBNU lainnya juga ikut hadir. Mereka yakni Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Tokoh-tokoh NU lain pun dijadwalkan datang. Antara lain Habib Zaidan dan KH Imam Jazuli.
Meski dihadiri dua kubu yang sedang berseberangan, Ipang Wahid menegaskan Doa untuk Negeri tidak berkaitan dengan konflik tersebut. “Ini doa bersama tidak ada hubungannya dengan dinamika organisasi yg sedang terjadi. Ini murni gerakan moral untuk mendoakan banyaknya bencana yang sedang terjadi,” tandasnya.
Ipang Wahid menambahkan, PBNU juga terus mendorong langkah-langkah kemanusiaan secara konkret melalui jaringan NU di daerah terdampak, Baik dalam bentuk bantuan logistik, layanan kesehatan, maupun pendampingan bagi warga terdampak bencana. Baca juga: Kesepakatan Rapat Konsultasi Syuriyah-Mustasyar PBNU di Lirboyo: Muktamar Ke-35 Digelar Secepatnya
Selain doa bersama, acara tersebut juga akan diisi dengan pembacaan tahlil, istigasah, serta tausiyah kebangsaan yang menekankan pentingnya persatuan dan kepedulian sosial di tengah situasi kebencanaan. PBNU berharap momentum Doa untuk Negeri dapat menjadi penguat batin bagi masyarakat sekaligus mempererat ukhuwah di antara sesama anak bangsa.
(poe)
Lihat Juga :