Program MBG Tingkatkan Produktivitas dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 25 Desember 2025 - 13:19 WIB
loading...
Program MBG Tingkatkan...
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkatkan produktivitas dan perkuat ekonomi rakyat. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Kekhawatiran harga bahan pokok naik akibat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak beralasan. Program tersebut justru menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Ekonom sekaligus mantan Direktur Program Magister Manajemen FEB UI Harryadin Mahardika, menegaskan kekhawatiran tersebut tidak beralasan, justru dengan hadirnya MBG dan beroperasinya SPPG lonjakan harga pangan lebih terkendali.

“Sebelum Program MBG berjalan, petani, dan peternak tidak punya mekanisme untuk bisa langsung berdagang ke masyarakat. Mereka harus selalu menjual produk mereka ke tengkulak, distributor, dan ini artinya harga gampang dipermainkan spekulan. Justru menurut saya para spekulan agak sulit mempermainkan harga lagi. Karena produk peternak dan petani bisa langsung dibeli SPPG. Jadi opsi bagi petani dan peternak lebih banyak,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).

Baca juga: Libur Sekolah Tak Boleh Hentikan MBG, Gizi Anak Kebutuhan Dasar Negara

Selama masa libur sekolah, SPPG terus beroperasi dan mendistribusikan paket makanan bernutrisi ke penerima manfaat. Hal ini diyakini merupakan upaya komitmen pemerintah untuk memenuhi nutrisi anak-anak meskipun di hari libur.


Senada, Guru Besar Bidang Ilmu Politik dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Sri Yunanto menjawab tudingan program MBG di masa libur sekolah adalah cara untuk menghabiskan anggaran.

Sri menilai pandangan sempit tersebut menunjukkan masyarakat masih belum memaknai intervensi gizi sebagai kebijakan jangka panjang. “Pemenuhan gizi tidak boleh terputus hanya karena kalender akademik, demi memastikan investasi SDM menuju Indonesia Emas 2045 tetap terjaga,” tegasnya.

Baca juga: Dapur MBG Wajib Punya SLHS Jika Tak Ingin Ditutup, SPPG Diberi Waktu 30 Hari

Selain itu, manfaat MBG juga memberikan napas baru bagi ribuan relawan yang bekerja di dapur SPPG. Program ini telah menjelma menjadi lapangan kerja baru yang krusial bagi ekonomi para pekerja dan relawannya.

“SPPG itu keberkahan dan manfaatnya untuk banyak orang. Termasuk untuk pegawai yang ada di sana. Ini akan memutar perekonomian,” tambah Harryadin.

Hingga saat ini, tercatat ada 17.555 SPPG yang sudah melayani 50 juta lebih penerima manfaat di 38 provinsi. Jumlah tenaga kerja yang sudah terlibat langsung di SPPG ada 741.985 orang.

Maria Sudilaksana Mega (42) relawan di SPPG Khusus Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku hidupnya sangat terbantu oleh Program MBG terutama setelah berpisah dengan suaminya beberapa waktu lalu.

"Saya enggak tahu mau kerja di mana lagi untuk menghidupi anak-anak saya. Mana saya baru saja berpisah dengan suami saya tujuh bulan lalu," tutur ibu tunggal yang sedang hamil enam bulan ini.

Di SPPG tersebut, Mega bertugas sebagai juru racik yang menyiapkan bumbu dan bahan makanan. Mega memproduksi 3.300 porsi makanan setiap hari bersama 46 relawan lain yang bekerja di SPPG Khusus Tangerang Selatan. Bagi Mega, Program MBG bukan sekadar kebijakan pemerintah, melainkan tumpuan nyata untuk menyekolahkan anak-anaknya dan menyambung hidup keluarga di masa sulit.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Jaga Kredibilitas Negara,...
Jaga Kredibilitas Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Korupsi MBG
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
MAKI Temukan Potensi...
MAKI Temukan Potensi Korupsi dalam Kepemilikan SPPG, Sahroni: Kejagung Wajib Usut!
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Rekomendasi
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Berita Terkini
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved