10.000 Banser Amankan Nataru, Gemakan Teladan Kemanusiaan
Selasa, 23 Desember 2025 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: GP Ansor Berikan Warung BUMA ke Rida, Anggota Banser Korban Penganiayaan
Menurutnya, kehadiran Banser menjadi penguat stabilitas sosial sekaligus wujud partisipasi masyarakat sipil dalam menjaga keamanan nasional.
Dalam konteks tersebut, Kapolri menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran disinformasi serta paham radikalisme dan intoleransi yang berpotensi memanfaatkan momentum keramaian Nataru.
“Kita tidak boleh lengah terhadap upaya-upaya yang ingin memecah belah persatuan bangsa. Di sinilah peran Banser sebagai penjaga harmoni sosial sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Pada momen yang sama, Kapolri memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Riyanto, kader Banser yang gugur saat berupaya mengamankan perayaan Natal pada tahun 2000. Sosok Riyanto disebut sebagai simbol nyata pengorbanan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
“Keberanian dan pengorbanan almarhum Riyanto adalah teladan pengabdian tanpa pamrih. Semangat itu harus terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi Banser hari ini,” kata Kapolri.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin menyatakan bahwa pengamanan Nataru merupakan bagian dari mandat sejarah Banser dalam menjaga harmoni bangsa. Ia menegaskan bahwa nilai yang diperjuangkan Riyanto bukan sekadar kenangan, melainkan amanah yang harus terus dijaga.
“Selama Indonesia berdiri, tugas Banser adalah menjaga negeri ini. Riyanto telah menunjukkan bahwa menjaga toleransi adalah bagian dari pengabdian tertinggi kepada bangsa,” ujar Addin.
Menurutnya, kehadiran Banser menjadi penguat stabilitas sosial sekaligus wujud partisipasi masyarakat sipil dalam menjaga keamanan nasional.
Dalam konteks tersebut, Kapolri menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran disinformasi serta paham radikalisme dan intoleransi yang berpotensi memanfaatkan momentum keramaian Nataru.
“Kita tidak boleh lengah terhadap upaya-upaya yang ingin memecah belah persatuan bangsa. Di sinilah peran Banser sebagai penjaga harmoni sosial sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Pada momen yang sama, Kapolri memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Riyanto, kader Banser yang gugur saat berupaya mengamankan perayaan Natal pada tahun 2000. Sosok Riyanto disebut sebagai simbol nyata pengorbanan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
“Keberanian dan pengorbanan almarhum Riyanto adalah teladan pengabdian tanpa pamrih. Semangat itu harus terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi Banser hari ini,” kata Kapolri.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin menyatakan bahwa pengamanan Nataru merupakan bagian dari mandat sejarah Banser dalam menjaga harmoni bangsa. Ia menegaskan bahwa nilai yang diperjuangkan Riyanto bukan sekadar kenangan, melainkan amanah yang harus terus dijaga.
“Selama Indonesia berdiri, tugas Banser adalah menjaga negeri ini. Riyanto telah menunjukkan bahwa menjaga toleransi adalah bagian dari pengabdian tertinggi kepada bangsa,” ujar Addin.
Lihat Juga :