Peringatan Hari Ibu, Fahira Idris: Ibu Sejahtera, Masa Depan Bangsa Cerah

Senin, 22 Desember 2025 - 21:48 WIB
loading...
Peringatan Hari Ibu,...
Aktivis perempuan Fahira Idris menegaskan, Hari Ibu pengingat penting bagi seluruh pemangku kebijakan bahwa kesejahteraan ibu merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Momentum peringatan Hari Ibu ke-97 harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni atau ungkapan kasih sayang. Aktivis perempuan, Fahira Idris menegaskan, Hari Ibu adalah pengingat penting bagi seluruh pemangku kebijakan bahwa kesejahteraan ibu merupakan fondasi utama kemajuan sebuah bangsa.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta ini menyatakan, sejarah bangsa ini membuktikan bahwa peran perempuan dan ibu sangat strategis, sejak Kongres Perempuan Indonesia 1928 hingga kontribusi nyata perempuan dalam mengisi kemerdekaan.

Baca juga: 10 Contoh Puisi Hari Ibu yang Menyentuh Hati, Cocok Dibagikan Anak dan Suami

Karena itu, seluruh program pembangunan nasional, baik di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial, harus menjadikan kesejahteraan ibu sebagai salah satu parameter keberhasilannya.



“Bangsa yang ingin maju tidak boleh membiarkan para ibunya berjuang sendirian. Ketika ibu hidup sejahtera, terlindungi, dan berdaya, maka anak-anak tumbuh sehat, keluarga kuat, dan masa depan bangsa menjadi cerah,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (22/12/2025).

Fahira Idris yang juga aktivis perlindungan anak ini, menekankan bahwa kesejahteraan ibu memiliki dampak langsung dan berlapis. Ibu yang sehat secara fisik dan mental akan mampu menjalani masa kehamilan dengan baik, mencegah stunting, serta memastikan tumbuh kembang anak optimal, terutama pada fase krusial 1.000 hari pertama kehidupan.

Ibu yang aman secara ekonomi dan sosial juga lebih mampu mendampingi pendidikan anak dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Namun Fahira Idris mengingatkan, berbagai tantangan masih dihadapi para ibu di Indonesia. Mulai dari akses layanan kesehatan ibu dan anak yang belum merata, beban ganda perempuan dalam rumah tangga dan dunia kerja, keterbatasan perlindungan sosial bagi ibu tunggal dan pekerja informal, hingga masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan.

Baca juga: Mengapa 22 Desember Diperingati sebagai Hari Ibu? Ini Sejarah Lengkapnya

Oleh karena itu, lanjutnya ada beberapa hal utama yang harus dipenuhi negara agar kehidupan ibu-ibu Indonesia lebih mudah dan sejahtera.

Pertama, negara harus memastikan akses layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas, terjangkau, dan merata, termasuk pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui. Kedua, penguatan perlindungan hukum dan sosial bagi ibu, khususnya dari kekerasan dan diskriminasi, harus menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Ketiga, kebijakan ketenagakerjaan yang adil dan ramah keluarga perlu diperkuat, termasuk cuti melahirkan yang aman, perlindungan dari PHK, serta dukungan bagi perempuan pekerja informal.

Selain itu, Fahira juga menekankan pentingnya mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sebagai bagian dari ekosistem keluarga yang sehat dan setara. “Pengasuhan bukan hanya beban ibu. Ketika negara mendorong peran ayah, maka ibu akan lebih terlindungi secara fisik dan mental,” ujarnya.

Dalam konteks visi besar Indonesia Emas 2045, Fahira Idris menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan ibu bukan isu sektoral, melainkan strategi pembangunan jangka panjang. Investasi pada ibu hari ini adalah investasi pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Selamat Hari Ibu 2025. Mari kita jadikan peringatan ini sebagai komitmen bersama yakni memuliakan para ibu Indonesia dengan kebijakan, program dan aksi nyata. Ibu sejahtera, masa depan bangsa cerah,” pungkas Fahira.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Harkitnas 2026 Jadi...
Harkitnas 2026 Jadi Alarm Ancaman Generasi Muda, dari AI hingga Judi Online
Wamen PU Apresiasi Upaya...
Wamen PU Apresiasi Upaya Astra Ciptakan Lingkungan Kerja Inklusif
7 Rekomendasi Fahira...
7 Rekomendasi Fahira Idris untuk Transformasi Posyandu
Digitalisasi Pendidikan:...
Digitalisasi Pendidikan: Ikhtiar Kemajuan atau Ujian Keadilan?
UMKM Terdampak Kenaikan...
UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Park Hyatt Jakarta Gelar...
Park Hyatt Jakarta Gelar Mother’s Day Artisan Market, Libatkan 20 UMKM Lokal
Rekomendasi
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
Hiburan di Mobil Makin...
Hiburan di Mobil Makin Mudah, Konten Vertikal Jadi Pilihan Baru Penonton
Berita Terkini
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
3 Irjen Pol Dimutasi...
3 Irjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Projo: Praperadilan...
Projo: Praperadilan Roy Suryo Tak Akan Batalkan Pokok Perkara
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Infografis
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved