Menham Natalius Pigai Bela Menlu Sugiono, Kritik Dino Patti Djalal Zonk
Senin, 22 Desember 2025 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyampaikan kritik atas kinerja Menlu Sugiono setelah satu tahun menjabat. Ia menyoroti transparansi, komunikasi publik, dan kejelasan strategi politik luar negeri Indonesia. Kritik itu disampaikan melalui akun Instagram @dinopattidjalal.
Baca juga: Menlu Sugiono: Dorong Perlindungan Personel Kemanusiaan di Wilayah Konflik
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) mengkritik sejumlah hal kepada Menlu Sugiono. Di antaranya menilai kebijakan penangguhan visa pelajar AS sebagai ujian kepemimpinan diplomatik dan mendorong langkah yang lebih tegas untuk melindungi mahasiswa Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Selain isu Laut China Selatan yang menyangkut kedaulatan, Dino juga menyoroti perlunya penanganan serius dan transparan atas kasus kematian diplomat muda Kemlu, sebagai bagian dari evaluasi arah dan kualitas diplomasi Indonesia.
Menurut Dino, idealnya Menlu Sugiono dapat mencurahkan waktu penuh untuk memimpin Kemlu, atau setidaknya 50 persen hingga 80 persen dari waktu kerja. Dia bahkan menggambarkan Kemlu sebagai mobil Ferrari yang memiliki talenta diplomat luar biasa, namun membutuhkan pengemudi yang fokus agar dapat berjalan optimal.
Baca juga: Menlu Sugiono: Dorong Perlindungan Personel Kemanusiaan di Wilayah Konflik
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) mengkritik sejumlah hal kepada Menlu Sugiono. Di antaranya menilai kebijakan penangguhan visa pelajar AS sebagai ujian kepemimpinan diplomatik dan mendorong langkah yang lebih tegas untuk melindungi mahasiswa Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Selain isu Laut China Selatan yang menyangkut kedaulatan, Dino juga menyoroti perlunya penanganan serius dan transparan atas kasus kematian diplomat muda Kemlu, sebagai bagian dari evaluasi arah dan kualitas diplomasi Indonesia.
Menurut Dino, idealnya Menlu Sugiono dapat mencurahkan waktu penuh untuk memimpin Kemlu, atau setidaknya 50 persen hingga 80 persen dari waktu kerja. Dia bahkan menggambarkan Kemlu sebagai mobil Ferrari yang memiliki talenta diplomat luar biasa, namun membutuhkan pengemudi yang fokus agar dapat berjalan optimal.
(shf)
Lihat Juga :