Hadirkan Pemuka Agama-Aktivis Lingkungan, Gerbang Tani Serukan Taubat Ekologis
Rabu, 17 Desember 2025 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Menag menambahkan ada keterbatasan akal manusia dalam memahami seluruh realitas. Dia menyoroti keterhubungan energi semesta yang menegaskan bahwa seluruh ciptaan saling terkait.
“Merusak satu bagian bumi berarti mengguncang keseluruhan ekosistem, termasuk kehidupan sosial-ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada alam,” ucapnya.
Dia menuturkan pesan reflektif yaitu “Tundalah kiamat dengan merawat bumi.” Lalu, Menag juga memberikan catatan kritis bahwa taubat ekologis tidak boleh berhenti pada retorika moral.
“Taubat ekologis harus menjadi paket kerja yang bisa diawasi publik, mulai dari audit izin dan konsesi, pemulihan daerah aliran sungai, rehabilitasi hutan, pembenahan tata ruang berbasis risiko bencana, hingga penegakan hukum yang menyasar pelaku dan rantai keuntungan,” ungkap Nasaruddin.
“Merusak satu bagian bumi berarti mengguncang keseluruhan ekosistem, termasuk kehidupan sosial-ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada alam,” ucapnya.
Dia menuturkan pesan reflektif yaitu “Tundalah kiamat dengan merawat bumi.” Lalu, Menag juga memberikan catatan kritis bahwa taubat ekologis tidak boleh berhenti pada retorika moral.
“Taubat ekologis harus menjadi paket kerja yang bisa diawasi publik, mulai dari audit izin dan konsesi, pemulihan daerah aliran sungai, rehabilitasi hutan, pembenahan tata ruang berbasis risiko bencana, hingga penegakan hukum yang menyasar pelaku dan rantai keuntungan,” ungkap Nasaruddin.
(jon)
Lihat Juga :