Gelar Pelatihan, Hikmahbudhi Tekankan Pentingnya Penerapan Nilai-nilai Budhis
Selasa, 16 Desember 2025 - 13:05 WIB
loading...
Hikmahbudhi) menggelar pelatihan transformasi organisasi di Jakarta Timur. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Himpunan mahasiswa Buddhis Indonesia ( Hikmahbudhi ) menggelar pelatihan transformasi organisasi. Pelatihan ini menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Budhis.
Pelatihan Transformasi Organisasi Hikmahbudhi dengan tema "Mewujudkan Hikmahbudhi yang Profesional, Berjejaring dan Digital Native" yang digelar di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta Timur.
Kegiatan yang dibuka Ketua Umum Presidium Pusat Hikmahbudhi Candra Aditiya Nugraha ini diikuti oleh kader Hikmahbudhi seluruh Indonesia baik secara daring maupun luring.Candra berharap setelah pelatihan ini mendapatkan output serta manfaat sepenuhnya.
Baca juga: Transformasi Hikmahbudhi dalam Perlindungan Data dan Digitalisasi
"Selamat datang di pelatihan transformasi Hikmahbudhi, tema yang kita angkat hari ini adalah kunci agar organisasi kita bisa lebih tanggap dan berdampak. Nantinya yang akan dipelajari yaitu mengenai protokoler dan media sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun Hikmahbudhi yang lebih kuat, sesuai nilai-nilai Buddhis,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Penyelenggara Bimas Buddha Kota Jakarta Timur Joko Santoso menyampaikan rasa bangga terhadap langkah berani Hikmahbudhi dalam menggelar pelatihan transformasi organisasi ini.
"Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, keberadaan organisasi yang aktif, profesional, dan berdasar pada nilai-nilai Buddhis menjadi sangat krusial," ungkap Joko.
Baca juga: KSAD Pimpin Sertijab 6 Jenderal TNI, Ada Pangdam hingga Danseskoad
Narasumber pada sesi pertama Pandu Dinata menyampaikan materi terkait Protokoler. Tata laksana kegiatan menjadi krusial karena menunjang kelancaran, ketertiban serta kesuksesan dari pada suatu acara/kegiatan.
Selain menunjang kesuksesan acara, protokoler juga sebagai ujung tombak menjaga wibawa dan citra institusi maupun organisasi.
"Media sosial sudah menjadi ruh bagi setiap individu, terutama bagi Gen Z, hampir rata-rata 40% ke atas penggunaan media sosial, baik di platform Instagram, TikTok dan sebagainya. Media sosial bukan sekadar hiburan, tetapi sudah menjadi pusat informasi utama," imbuh Mira Sahid narasumber lainnya.
Mira Sahid menyampaikan dalam penggunaan media setiap orang harus SMART yakni, Spesific, Measurable, Achievable, Relevan, dan Time Bound. Masalah yang sering dihadapi ialah media sosial tidak spesifik, tidak terukur, dan tidak ada deadline.
"Rekomendasi 5 Golden Rules dalam bermedia sosial: Consistency, listen before you speak, data driven decisions, autentic/viral dan commonity 5 rules itu bisa menjadi pijakan untuk bermedia sosial yang baik dan bijak," ucap Mira.
Pelatihan Transformasi Organisasi Hikmahbudhi dengan tema "Mewujudkan Hikmahbudhi yang Profesional, Berjejaring dan Digital Native" yang digelar di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta Timur.
Kegiatan yang dibuka Ketua Umum Presidium Pusat Hikmahbudhi Candra Aditiya Nugraha ini diikuti oleh kader Hikmahbudhi seluruh Indonesia baik secara daring maupun luring.Candra berharap setelah pelatihan ini mendapatkan output serta manfaat sepenuhnya.
Baca juga: Transformasi Hikmahbudhi dalam Perlindungan Data dan Digitalisasi
"Selamat datang di pelatihan transformasi Hikmahbudhi, tema yang kita angkat hari ini adalah kunci agar organisasi kita bisa lebih tanggap dan berdampak. Nantinya yang akan dipelajari yaitu mengenai protokoler dan media sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun Hikmahbudhi yang lebih kuat, sesuai nilai-nilai Buddhis,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Penyelenggara Bimas Buddha Kota Jakarta Timur Joko Santoso menyampaikan rasa bangga terhadap langkah berani Hikmahbudhi dalam menggelar pelatihan transformasi organisasi ini.
"Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, keberadaan organisasi yang aktif, profesional, dan berdasar pada nilai-nilai Buddhis menjadi sangat krusial," ungkap Joko.
Baca juga: KSAD Pimpin Sertijab 6 Jenderal TNI, Ada Pangdam hingga Danseskoad
Narasumber pada sesi pertama Pandu Dinata menyampaikan materi terkait Protokoler. Tata laksana kegiatan menjadi krusial karena menunjang kelancaran, ketertiban serta kesuksesan dari pada suatu acara/kegiatan.
Selain menunjang kesuksesan acara, protokoler juga sebagai ujung tombak menjaga wibawa dan citra institusi maupun organisasi.
"Media sosial sudah menjadi ruh bagi setiap individu, terutama bagi Gen Z, hampir rata-rata 40% ke atas penggunaan media sosial, baik di platform Instagram, TikTok dan sebagainya. Media sosial bukan sekadar hiburan, tetapi sudah menjadi pusat informasi utama," imbuh Mira Sahid narasumber lainnya.
Mira Sahid menyampaikan dalam penggunaan media setiap orang harus SMART yakni, Spesific, Measurable, Achievable, Relevan, dan Time Bound. Masalah yang sering dihadapi ialah media sosial tidak spesifik, tidak terukur, dan tidak ada deadline.
"Rekomendasi 5 Golden Rules dalam bermedia sosial: Consistency, listen before you speak, data driven decisions, autentic/viral dan commonity 5 rules itu bisa menjadi pijakan untuk bermedia sosial yang baik dan bijak," ucap Mira.
(cip)
Lihat Juga :