Klaster Nasional Bantu Percepatan Penanganan Darurat Pascabencana Sumatera

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:03 WIB
loading...
Klaster Nasional Bantu...
Direktur FPKP BNPB Nelwan Harahap berdialog dengan warga terdampak banjir yang mengungsi secara mandiri di permukiman wilayah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (12/12/2025). Foto/BNPB
A A A
BANDA ACEH - Pemerintah tidak sendiri dalam penanganan darurat bencana banjir dan longsor di tiga provinsi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Hal tersebut terwujud melalui kolaborasi pentaheliks yang tergabung di dalam klaster nasional.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, klaster nasional merupakan wadah multipihak untuk melakukan koordinasi dan mobilisasi sumber daya di sejumlah sektor yang dibutuhkan dalam fase penanggulangan bencana. “Pada bencana di tiga provinsi, lima klaster telah beroperasi di tengah masyarakat yang terdampak banjir dan longsor,” ujarnya dikutip Minggu (14/12/2025).

Dia menuturkan, BNPB melalui Pos Pendamping Nasional (Pospenas) mengaktifkan klaster untuk membantu percepatan penanganan darurat. Sejumlah lembaga, baik pemerintah dan non-pemerintah, aktif dalam beberapa klaster sesuai dengan keahlian dan sumber daya yang dimiliki.

Baca juga: Korban Meninggal Bencana Sumatera Capai 1.006 Jiwa, 217 Orang Masih Hilang



“Lima klaster yang aktif dan bekerja di lapangan yaitu klaster pencarian dan pertolongan, klaster logistik, klaster kesehatan, klater pengungsian dan perlindungan, serta klaster pendidikan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, klaster logistik bekerja untuk memastikan manajemen logistik berjalan baik. Salah satu contohnya, pengaktifan gudang di Pos Gudang Nasional Klaster Logistik di Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang melibatkan PMI dan Lembaga usaha.

“Sedangkan di Sumatera Utara, klaster ini melibatkan Centre for Diaster Risk Management and Community Development Studies Universitas HKBP untuk mendistribusikan bantuan bagi 200 warga terdampak pada Jumat (12/12/2025),” tuturnya.

Dia menambahkan, kolaborasi konkret pada klaster kesehatan yang memiliki beberapa sub klaster, telah bekerja di tengah masyarakat. Sub-klaster layanan kesehatan dari MDMC pada Jumat (12/12) memberikan manfaatkan kepada 421 orang yang dilayani di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhokseumawe, Langsa, Langkat, Agam dan Tapanuli Selatan.

Klaster di bawah koordinasi Pusat Krisis Kementerian Kesehatan ini juga telah terjun bersama mitra terkait dari organisasi non-pemerintah di tiga provinsi. Sedangkan klaster pendidikan di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah siap dengan bantuan pendidikan.

Bantuan yang tersedia antara lain 10.200 paket sekolah, 131 tenda darurat, 400 family kit dan 50.000 buku teks dan non-teks. Di samping itu, kegiatan psikososial juga telah diberikan kepada anak-anak terdampak bencana, seperti dari Wahana Visi Indonesia, UGM, Universitas Syah Kuala, Yayasan Plan Indonesia.

Pada klaster pengungsian dan perlindungan berbagai kegiatan telah dilakukan, di antaranya tertuju pada sub-klaster hunian, perlindungan anak, WASH-air minum-penyehatan lingkungan, perlindungan lansia dan kelompok berisiko tinggi, dan dukungan psikososial.

Dukungan klaster tersebut diikoordinasikan dengan Pospenas, Pos Terpadu (Pos Pendamping Provinsi), dan Posko yang ada di kabupaten dan kota terdampak di tiga provinsi. “Secara terkoordinasi, dukungan sumber daya klaster akan berjalan efektif dan efisien untuk membantu pemerintah daerah,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Rekomendasi
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Cerita El Rumi & Syifa...
Cerita El Rumi & Syifa Hadju Bulan Madu di Italia, Romantis hingga Penuh Kejutan
Berita Terkini
BPIP Umumkan 76 Calon...
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Ini Nama-namanya
Bonatua Kecewa PTUN...
Bonatua Kecewa PTUN Jakarta Putuskan Sidang Gugatan Penetapan Capres Jokowi Jadi E-Court
Suap Rp61,7 Miliar ke...
Suap Rp61,7 Miliar ke Pejabat Bea Cukai, Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara
Momen Pelimpahan Roy...
Momen Pelimpahan Roy Suryo ke Kejaksaan, Sempat Adu Mulut Tolak Pakai Baju Tahanan
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Keluarga Roy Suryo dan...
Keluarga Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Ajukan Penangguhan Penahanan
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved