Kapolri Ungkap Sudah Ada Tersangka Kasus Kayu Gelondongan di Bencana Sumut
Kamis, 11 Desember 2025 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Dittipidter Bareskrim Polri meningkatkan kasus gelondongan kayu di Sumatera Utara (Sumut) ke tahap penyidikan. Hal itu dilakukan usai penyidik meyakini adanya unsur pidana terkait dugaan pembalakan liar di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga dan Anggoli.
“Untuk di TKP (tempat kejadian perkara) Garoga dan Anggoli sudah kami naikkan ke proses penyidikan," ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni, Rabu, 10 Desember 2025.
Penyidik sedang melakukan uji laboratorium terhadap sampel kayu dari lokasi. Hal itu untuk memastikan dari mana kayu tersebut berasal, apakah dari lahan warga atau dari pembukaan lahan perusahaan yang diduga mengandung unsur tindak pidana.
Kasubagops Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Fredya Trihararbakti mengungkap temuan penting lainnya di lapangan yakni alat berat yang diduga kuat digunakan dalam aktivitas ilegal. “Itu ditemukan alat berat satu buldozer dan dua eskavator. Sekarang penyidik sedang mendalami operatornya yang kebetulan saat ditemukan alat tersebut, operatornya tidak ada,” katanya.
Penyidik juga menemukan indikasi perluasan lahan. Bekas-bekas longsoran yang terlihat di lokasi dinilai janggal karena tidak terjadi secara alami melainkan akibat campur tangan manusia.
“Untuk di TKP (tempat kejadian perkara) Garoga dan Anggoli sudah kami naikkan ke proses penyidikan," ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni, Rabu, 10 Desember 2025.
Penyidik sedang melakukan uji laboratorium terhadap sampel kayu dari lokasi. Hal itu untuk memastikan dari mana kayu tersebut berasal, apakah dari lahan warga atau dari pembukaan lahan perusahaan yang diduga mengandung unsur tindak pidana.
Kasubagops Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Fredya Trihararbakti mengungkap temuan penting lainnya di lapangan yakni alat berat yang diduga kuat digunakan dalam aktivitas ilegal. “Itu ditemukan alat berat satu buldozer dan dua eskavator. Sekarang penyidik sedang mendalami operatornya yang kebetulan saat ditemukan alat tersebut, operatornya tidak ada,” katanya.
Penyidik juga menemukan indikasi perluasan lahan. Bekas-bekas longsoran yang terlihat di lokasi dinilai janggal karena tidak terjadi secara alami melainkan akibat campur tangan manusia.
Lihat Juga :