Tutup 2025, Kinerja Anggota X DPR Verrell Bramasta Diapresiasi Publik
Kamis, 11 Desember 2025 - 16:12 WIB
loading...
Kinerja anggota Komisi X DPR Fraksi PAN Verrell Bramasta diapresiasi publik. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menjelang akhir 2025, konsistensi kerja anggota Komisi X DPR Fraksi PAN Verrell Bramasta mendapat sorotan publik. Verrel dinilai konsisten menanggapi berbagai isu strategis di sektor pendidikan, kepemudaan, olahraga, kemanusiaan, hingga penguatan riset nasional.
Rekam jejak kegiatannya selama 12 bulan menggambarkan gaya kerja yang bukan hanya hadir, tetapi menindaklanjuti hingga tuntas. “Tidak cukup hanya bicara, kita harus memastikan hasilnya sampai ke masyarakat,” katanya, Kamis (11/12/2025).
Pada Januari 2025, Verrell menginisiasi revitalisasi PAUD Az-Zahra sebagai langkah memperkuat akses pendidikan usia dini. Komitmen membangun sumber daya manusia sejak fondasi dasar menjadi pijakan awal program kerja tahun ini.
Baca juga: Jadi Anggota Legislatif, Verrell Bramasta Beberkan Kinerjanya selama di DPR
Februari, Verrell menyuarakan dukungan penuh terhadap naturalisasi pemain tim nasional sebagai upaya memperkuat prestasi olahraga Indonesia. Bulan berikutnya, Verrell turun langsung meninjau banjir di Babelan, Bekasi, memastikan bantuan dan penanganan berjalan cepat.
Dalam Parlemen Pelajar 2025, April lalu, Verrell menegaskan pentingnya peran generasi muda. “Generasi muda bukan hanya penonton, tapi aktor utama perjalanan bangsa,” tegas Verrel.
Mei, Verrell tampil dalam Konferensi Parlemen Negara-Negara OKI (PUIC) ke-19. Di forum internasional itu, Verrell menyoroti kekuatan suara rakyat lewat ruang digital. “Media sosial hari ini telah menjadi pilar kelima demokrasi. Dari sanalah dukungan untuk Palestina dapat terus disuarakan,” ujarnya.
Baca juga: Jadi Anggota DPR, Verrell Bramasta Siap Diteror Masyarakat Jika Kinerjanya Tak Sesuai Aspirasi
Juni, Verrell meluncurkan Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) di Karawang sebagai langkah mempersiapkan desa-desa produsen pangan menghadapi perubahan iklim. Juli, ia mendengarkan langsung aspirasi atlet SEA Games dan atlet disabilitas NPCI Bekasi.
Agustus dan September diisi dengan program penguatan pemuda, termasuk ikut bermain dalam Fun Paralympic Karawang 2025. Dalam rapat Komisi X, Verrell menyinggung tantangan budaya digital saat ini. “Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika crab mentality terus menggerogoti 64 juta pemuda Indonesia,” ucapnya
Oktober, Verrell kembali ke dapil untuk memastikan revitalisasi sekolah dan PAUD berjalan hingga 80% progres. November, ia memberikan bantuan alat gym dan menanggung sewa lokasi latihan untuk atlet dayung Purwakarta selama satu tahun.
Desember, Verrell mengunjungi BRIN Cibinong dan menyoroti kebutuhan percepatan hilirisasi riset serta digitalisasi aset ilmiah. “Hilirisasi dan digitalisasi bukan lagi opsi, tetapi kebutuhan. Riset harus bergerak dari laboratorium menuju masyarakat,” katanya.
Menutup 2025, Verrell menggarisbawahi arah transformasi yang ingin ia dorong di berbagai sektor strategis. “Transformasi bangsa dimulai dari keberanian mengubah budaya, memperluas akses, dan memastikan keadilan sampai akar,” ujarnya.
Sepanjang tahun, konsistensi kerja Verrell Bramasta menunjukkan bahwa aktivitasnya di parlemen bukan sekadar agenda seremonial, tetapi rangkaian aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rekam jejak kegiatannya selama 12 bulan menggambarkan gaya kerja yang bukan hanya hadir, tetapi menindaklanjuti hingga tuntas. “Tidak cukup hanya bicara, kita harus memastikan hasilnya sampai ke masyarakat,” katanya, Kamis (11/12/2025).
Pada Januari 2025, Verrell menginisiasi revitalisasi PAUD Az-Zahra sebagai langkah memperkuat akses pendidikan usia dini. Komitmen membangun sumber daya manusia sejak fondasi dasar menjadi pijakan awal program kerja tahun ini.
Baca juga: Jadi Anggota Legislatif, Verrell Bramasta Beberkan Kinerjanya selama di DPR
Februari, Verrell menyuarakan dukungan penuh terhadap naturalisasi pemain tim nasional sebagai upaya memperkuat prestasi olahraga Indonesia. Bulan berikutnya, Verrell turun langsung meninjau banjir di Babelan, Bekasi, memastikan bantuan dan penanganan berjalan cepat.
Dalam Parlemen Pelajar 2025, April lalu, Verrell menegaskan pentingnya peran generasi muda. “Generasi muda bukan hanya penonton, tapi aktor utama perjalanan bangsa,” tegas Verrel.
Mei, Verrell tampil dalam Konferensi Parlemen Negara-Negara OKI (PUIC) ke-19. Di forum internasional itu, Verrell menyoroti kekuatan suara rakyat lewat ruang digital. “Media sosial hari ini telah menjadi pilar kelima demokrasi. Dari sanalah dukungan untuk Palestina dapat terus disuarakan,” ujarnya.
Baca juga: Jadi Anggota DPR, Verrell Bramasta Siap Diteror Masyarakat Jika Kinerjanya Tak Sesuai Aspirasi
Juni, Verrell meluncurkan Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) di Karawang sebagai langkah mempersiapkan desa-desa produsen pangan menghadapi perubahan iklim. Juli, ia mendengarkan langsung aspirasi atlet SEA Games dan atlet disabilitas NPCI Bekasi.
Agustus dan September diisi dengan program penguatan pemuda, termasuk ikut bermain dalam Fun Paralympic Karawang 2025. Dalam rapat Komisi X, Verrell menyinggung tantangan budaya digital saat ini. “Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika crab mentality terus menggerogoti 64 juta pemuda Indonesia,” ucapnya
Oktober, Verrell kembali ke dapil untuk memastikan revitalisasi sekolah dan PAUD berjalan hingga 80% progres. November, ia memberikan bantuan alat gym dan menanggung sewa lokasi latihan untuk atlet dayung Purwakarta selama satu tahun.
Desember, Verrell mengunjungi BRIN Cibinong dan menyoroti kebutuhan percepatan hilirisasi riset serta digitalisasi aset ilmiah. “Hilirisasi dan digitalisasi bukan lagi opsi, tetapi kebutuhan. Riset harus bergerak dari laboratorium menuju masyarakat,” katanya.
Menutup 2025, Verrell menggarisbawahi arah transformasi yang ingin ia dorong di berbagai sektor strategis. “Transformasi bangsa dimulai dari keberanian mengubah budaya, memperluas akses, dan memastikan keadilan sampai akar,” ujarnya.
Sepanjang tahun, konsistensi kerja Verrell Bramasta menunjukkan bahwa aktivitasnya di parlemen bukan sekadar agenda seremonial, tetapi rangkaian aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
(cip)
Lihat Juga :